(Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream)
Dream - Pekan mode Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019 telah dibuka. Ratusan perancang mode menampilkan karya mereka di runway Assembly Hall, Jakarta Convention Center.
Acara dibuka dengan sambutan dari Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto dan dilanjutkan dengan penampilan busana karya empat desainer kondang. Salah satu diantaranya adalah Irma Intan yang membawa koleksi bertajuk 'Camino de Luz'.

Berasal dari bahasa Spanyol yang berarti 'Jalan Menuju Cahaya', Irma menampilkan koleksi busana syar'i yang tidak biasa. Inspirasi datang dari sebuah tembok beton.
" Tembok beton yang kokoh dan keras semakin kuat dengan baut yang tersusun dan menciptakan motif pada bangunan. Sama seperti muslimah yang harus kokoh memegang tali sunnah di balik sifat lembutnya," kata Irma di arena Muffest, Jakarta, Rabu 1 Mei 2019.

Tidak seperti busana syar'i kebanyakan, material denim dan kulit memberi kesan maskulin yang berpadu apik dengan bahan feminin seperti tulle dan polyester.

Tambahan detail stud, belt dan rantai memberi kesan kokoh pada 6 koleksi busana. Makin gahar, busana dirancang dengan warna gelap seperti hitam, biru dongker dan dark grey.

Muffest masih terlus berlanjut hingga 4 Mei 2019 dengan parade busana dari berbagai desainer papan atas seperti Ivan Gunawan, Barli Asmara, Restu Anggraeni dan Mel Ahyar. (ism)
Advertisement
Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia

Sehari dalam Kehidupan Purbaya


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

