Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
(huffington Post)
Dream - Setiap orang pasti pernah mengalami jari tangan dan kaki akan mengeriput setelah berada dalam air, dalam waktu yang lama.
Fenomena ini telah menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan membuat banyak orang awam merasa heran.
Selama beberapa dekade, para ilmuwan percaya bahwa reaksi ini disebabkan oleh epidermis --lapisan kulit luar--yang menyerap air di sekitarnya.
Lapisan kulit luar melekat sangat erat pada lapisan di bawahnya sehingga tidak bisa berkembang. Karena itulah lapisan kulit luar berkembang dengan cara mengeriput.
Namun, pada 1935 sekelompok ilmuwan yang sedang melakukan tes laboratorium menemukan, reaksi ini tidak terjadi ketika ada saraf yang rusak di jari tangan atau kaki.
Mereka sampai pada kesimpulan, bahwa keriput hanya reaksi dari sistem saraf otonom tubuh.
Bahkan para ahli saraf menyarankan munculnya keriput mungkin memiliki fungsi evolusi: ia dapat membantu jari tangan dan kaki menempel kuat pada permukaan basah. Pada 2013, serangkaian percobaan dilakukan untuk memperdalam hal ini.
Para relawan harus mengambil dua objek, basah dan kering. Para relawan kemudian diberi tugas mengambil objek itu baik ketika jari mereka kering atau basah dan berkeriput.
Hasilnya, para relawan yang mengambil barang-barang yang basah 12% lebih cepat jika menggunakan jari yang basah dan berkeriput.
Jadi kulit jari yang berkeriput berfungsi layaknya tapak ban mobil. Sehingga lebih banyak permukaan kulit yang melekat pada permukaan dan dengan demikian akan memberikan cengkeraman atau pegangan yang lebih baik.
Jadi jangan takut ketika jari tangan dan kaki berkeriput ketika berlama-lama dalam air. Itu hanyalah sebuah reaksi dari sistem saraf otonom yang menakjubkan di dalam tubuh Anda.
(Ism, Sumber: brightside.me)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
