Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makan Sehat. (Source: Shutterstock)
Dream - Diet rendah karbohidrat seringkali dijalani saat ingin menurunkan berat badan, tapi bukan berarti kamu harus benar-benar menghindarinya. Sahabat Dream tetap membutuhkan karbohidrat untuk memaksimalkan fungsi organ tubuh.
Cukup pilih makanan yang rendah karbohidrat jika ingin menyesuaikan porsi nutrisi sesuai kondisi maupun kebutuhan tubuh. Banyak jenis makanan sehat yang mengandung karbohidrat dan kaya nutrisi, sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh serta mampu mempermudah menurunkan berat badan.
Dilansir dari Fitpeople.com, berikut 3 jenis makanan rendah karbohidrat yang bisa dijadikan pilihan sehat saat menurunkan berat badan.

Foto: Shutterstock
Kacang-kacangan tidak hanya mengandung protein, tapi juga karbohidrat serta lemak tidak jenuh. Kandungan mikronutrien seperti seng dan selenium juga merupakan antioksidan pada kacang yang mampu mencegah penuaan.
Konsumsi kacang dan buah kering dalam jumlah yang terukur agar berat badan serta jumlah kalori yang dikonsumsi tetap terkontrol.
Hati sapi mengandung karbohidrat yang sangat rendah dan mengandung banyak mikronutrien seperti zat besi. Mengonsumsi hati sapi bisa memenuhi kadar protein dan karbohidrat serta mencegah anemia.
Daging Ayam
Daging ayam kaya akan protein dan karbohidrat yang rendah. Kamu bisa mengonsumsinya untuk meningkatkan massa otot sekaligus memenuhi kebutuhan karbohidrat pada tubuh. Kamu juga bisa mencegah sarkopenia dengan rutin mengonsumsi daging ayam.
Laporan: Devi Tri Aprilianza
Dream - Karbohidrat sebagai salah satu zat yang banyak ditemukan dalam berbagai jenis bahan makanan kerap dihindari ketika ingin menurunkan berat badan. Apalagi, jika kamu terbiasa mengonsumsinya dalam jumlah banyak.
Di satu sisi tubuh juga sangat membutuhkan asupan karbohidrat untuk memenuhi nutrisi serta energi harian. Kamu hanya perlu memilih jenis karbohidrat terbaik dan mengontrol jumlah yang dikonsumsi agar tetap seimbang.
Pilihan karbohidrat dengan kalori cukup rendah dan kaya akan nutrisi sebetulnya cukup banyak. Kamu tidak perlu kebingungan ketika harus memenuhi nutrisi dan ingin menyantap makanan yang terasa lezat. Dilansir dari Eat This, berikut jenis karbohidrat yang lebih sehat untuk dikonsumsi harian menurut pakar diet.

Foto: Pexels
Oatmeal merupakan jenis karbohidrat yang sangat kaya akan serat dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah menurunkan kadar kolesterol.
Mengonsumsi oatmeal juga tidak hanya dengan dicampur lauk pauk sebagai pengganti nasi. Buah-buahan, yogurt, dan susu juga bisa dicampur dengan oatmeal agar lebih sehat serta lezat. Bahkan, kamu bisa mengolahnya menjadi kue atau panekuk sehat.

Foto: Pexels
Selain kaya serat, apel juga bisa mengontrol keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Bahkan, apel diklaim mampu mengoptimalkan fungsi tubuh. Mengonsumsi sebuah apel sehari mampu membuatmu lebih berenergi sekaligus ternutrisi.

Foto: Pexels
Sayuran merupakan bahan makanan yang jarang disadari bisa menjadi pengganti nasi. Pasalnya, sayuran bisa menjadi sumber karbohidrat yang kaya akan serat dan berbagai jenis vitamin maupun mineral. Sehingga, kamu bisa mendapatkan manfaat lebih banyak ketika mengonsumsinya.

Foto: Pexels
Buah beri mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi. Kandungan gulanya mampu menggantikan fungsi karbohidrat seperti nasi dan roti agar kamu tetap berenergi sepanjang hari. Mengonsumsi buah beri dalam jumlah yang cukup akan membuatmu lebih mudah mengontrol rasa lapar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya