Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Selama ini pengujian Indeks Massa Tubuh (IMT) umumnya hanya melalui penghitungan tinggi dan berat badan secara manual. Penghitungan dilakukan melalui alat screening obesitas dan resiko kesehatan. Untuk memberikan hasil pengujian yang lebih efektif dan efisien, mahasiswa berprestasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menciptakan sistem Nutrisomatic Fx.
Sistem ini merupakan sebuah alat pemeriksaan IMT, yang dapat mengukur status nutrisi secara otomatis terdiri dari tiga bagian utama. Pertama, melakukan sensor berat badan untuk mengetahui berat bada pengguna.
Tahap kedua, sensor kamera akan mengolah citra digital sehingga diperoleh tinggi badan pengguna secara akurat. Dalam pengolahan citra digital, alat ini juga dilengkapi teknologi pendeteksi wajah.
Ketiga, alat ini akan melakukan unit pemrosesan untuk mengolah data dari sensor berat dan sensor kamera menjadi data berupa keterangan IMT yang selanjutnya akan ditampilkan pada layar LCD.
Pengguna secara otomatis mengetahui tingkat obesitas dan resiko kesehatan yang mungkin akan dihadapi dengan tinggi dan berat badan yang dimilikinya.
" Selama ini pemeriksaan IMT masih manual yang tidak praktis dan menghabiskan waktu lama, bahkan terkadang alatnya tidak jadi satu dengan posisi berjauhan. Dengan Nutrisomatic Fx, layar LCD akan menunjukkan berat dan tinggi badan pengguna serta keterangan keidealan tubuh," ucap Yasmin Noor Afifah, mahasiswi Fakultas Kedokteran yang juga anggota pengembang Nutrisomatic Fx dalam situs resmi ugm.ac.id.
Kedepannya, alat yang dikembangkan oleh Yasmin beserta Putri Istiqomah Rizki Hidayatun (Fakultas Kedokteran), Fredy Aga Nugroho (FMIPA), dan Azis Fajar Riyadi (Teknik Mesin-SV) dapat diintegrasikan dengan computerized medical record. Pengguna hanya perlu berdiri di atas timbangan dan menghadap kamera, kemudian data akan diproses dan hasil IMT dapat terlihat langsung di layar display.
" Diharapkan alat ini mampu memberikan manfaat bagi petugas pelayanan kesehatan dalam menentukan status nutrisi secara otomatis, praktis, serta efisien," ucap Yasmin. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya