5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Pemeriksaan Mata (Foto: Shutterstock)
Dream - Minus pada mata anak akan sangat berdampak pada aktivitasnya sehari-hari. Baik itu saat belajar di kelas maupun bermain dengan teman-temannya. Memakai kacamata jadi solusi utama untuk mengatasi masalah ini.
Jika kondisi anak minus, pastikan buah hati selalu memakai kacamata. Jika jarang atau tak memakai kacamata, bisa memicu mata malas atau amblyopia. Yaitu kondisi saat otak cenderung ‘mempekerjakan’ salah satu mata saja. Kondisi minus pun bisa jadi bertambah parah.
" Kalau sering melepas kacamata, mata anak jadi lelah dan malas untuk bekerja normal. Sehingga setiap ada objek yang tidak terlihat, pasti badannya bergerak mendekat atau menjauh. Akibatnya, ukuran kacamata bisa melonjak banget," kata Nashril Ihsan, dokter Spesialis mata di Klinik Utama Mata JEC Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Anak yang mengalami peningkatan ukuran kacamata yang drastis akibat 'mata malas', masih mungkin untuk terobati. Tapi, pengobatan tersebut sayangnya belum tersedia di dalam negeri.
" Sebenarnya bisa diobati dengan terapi tetes atropine. Tapi belum diterapkan di Indonesia dan masih diteliti di Singapura. Tetes atropine diklaim akan bisa mencegah minus anak supaya tidak berkembang tinggi," ujar Nashril.
Untuk itu ia menyarankan agar anak bermata minus selalu memakai kacamata. Hal yang tak kalah penting adalah memeriksakan secara rutin ke dokter mata.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?