Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Foto: Dok. EOMF
Dream - Sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar, Indonesia berpotensi tinggi di bidang modest fashion. Ada banyak talenta berbakat yang gemar menggeluti bidang ini.
Komunitas Enterpreneurs of Modest Fashion (EOMF) yang dibina oleh #Markamarie didirikan untuk menampung ide dari desainer-desainer daerah dan mempromosikan karya mereka ke masyarakat luas.
" Masyarakat perlu lebih mengenal potensi brand dari daerah. EOMF Jawa Barat memiliki banyak pengusaha fashion berbakat yang layak diberi kesempatan lebih luas. Kesempatan yang baik untuk semua akan membawa banyak dampak positif bagi perkembangan industri fashion," ujar Franka Soeria, Founder #Markamarie lewat keterangan rilis yang diterima Dream, Jumat 27 Desember 2019.

Foto: Dok. EOMF
Komunitas ini secara aktif memberikan pelatihan bagi pengusaha fashion dari mulai mengelola kain daerah, pemakaian tekstil lokal, hingga strategi bisnis online dan cara bersinergi dengan semua pihak untuk maju ke pasar global.
Peserta didik juga mendapatkan ilmu baru terkait tren 2020 mendatang. Tak hanya warna, melainkan pemakaian bahan-bahan sustainable fashion yang nantinya akan banyak digandrungi para fashionista.
Di acara Matahari Female Week 2019, mereka hadir membawa talkshow dan menampilkan berbagai desain menarik dari etnik, urban hingga busana syar'i.

Foto: Dok. EOMF
Brand busana muslim yang turut berpartisipasi diantaranya Rumah Oena, Gunardia's Boutique, Elsandi, Mela Technotic, Pyukanau, Els' Signature, CYA, Faz dan Niebel.
“ Kita banyak belajar untuk membuat pakaian yang bahannya bisa dipakai dalam jangan
panjang, berkelanjutan. Enggak dari bahan-bahan mengandung plastik. Jadi gimana caranya bisa melakukan recycle,” kata Iva Latifah, anggota EOMF.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa