Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nomophobia, Rasa Ketakutan Berlebih Saat Jauh Dari Smartphone Atau Tablet.
Dream - Ponsel seakan sudah menjadi salah satu benda yang wajib ada setiap hari. Bahkan tidak sedikit pemilik ponsel yang lebih rela tertinggal dompet, dibanding tertinggal ponsel. Bahayakah hal tersebut?
Rasa hampa dan panik seakan sudah menjadi kenyataan bagi pengguna ponsel saat ini. Bila anda merupakan salah satu yang berada di kondisi ini, apakah anda salah satu pengidap nomophobia?
Nomophobia atau singkatan dari no-mobile-phone phobia merupakan rasa kehilangan atau takut berlebih ketika berada jauh dari ponsel pintar. Istilah nomophobia muncul sejak empat tahun lalu dari sebuah studi yang dilakukan psikolog asal Inggris.
Penelitian ini dilakukan terkait dengan kebiasaan sejumlah pengguna ponsel berusia muda yang tidak pernah bisa berada jauh dari perangkat pintar mereka. Bahkan saat hendak tidur. Sebuah riset yang dirilis Huffington Post pada September 2013 menunjukkan sekitar 63 persen pengguna ponsel pintar berusia 18-29 tahun, diketahui kerap tertidur dengan membawa perangkat pintar ke tempat tidur.
Tanda-tanda panik atau ketakutan terpisah dari ponsel, tidak fokus saat bertemu teman lama, dan sesekali melihat notifikasi ponsel merupakan suatu pertanda kecanduan pada level serius. Riset lain yang dilakukan oleh Harris Interactive mengungkapkan 63 persen responden kerap mengecek ponsel minimal satu kali per jam dengan 5 persen responden diantaranya mengecek ponsel per lima menit sekali.
Dr David Greenfield, asisten professor di University of Connecticut School of Medicine menyatakan, kecanduan ponsel pintar sama dengan kecanduan pada umumnya yang melibatkan hormon dopamine. Hormon ini merupakan neurotrasmitter yang berfungsi mengontrol pusat otak, khususnya dalam hal penghargaan terhadap suatu hal.
" Setiap saat ada notifikasi dari ponsel, akan ada peningkatan dopamin yang mengarahkan otak untuk berpikir ada sesuatu yang menarik, mungkin pesan teks, email atau apapun dari seseorang yang anda tunggu," ucap Greenfield seperti dilansir laman Business Insider.
Menanggapi hal ini, psikiater Dale Archer mengatakan jika kebanyakan penderita Nomophobia kerap tidak menyadari ia mengalami gangguan tersebut. Mengingat, ini merupakan jenis ketakutan yang gejalanya saat ini hampir dialami oleh pengguna perangkat mobile di dunia.
" Layaknya kecanduan lainnya, sanggahan dan ketidak sadaran penderita terhadap gangguan phobia ini juga menjangkiti. Ditambah lagi, efek yang disebabkan phobia ini sangat kecil untuk kesehatan fisik dan mental yakni sekitar 1 persen bagi pengguna yang merasa hidupnya benar-benar terganggu karena phobia ini," ungkap Archer. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya