Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Busana Karya Norma Hauri (Sumber : Jakarta Fashion Week 2015)
Dream - Perhelatan tahunan Jakarta Fashion Week tahun ini terasa berbeda bagi desainer Norma Hauri. Selain kembali dipercaya untuk memamerkan karya-karyanya, ia merasa lebih mantap dan siap dalam menampilkan rancangan terbarunya.
Dalam koleksi yang terinspirasi dari Winter Palace Rusia, seluruh busana dan hijab karya Norma terlihat kaku dan dingin di luar namun memiliki unsur hangat dalam permainan warna merah dan emas. Pada koleksi berupa 12 potong busana, Norma memilih satin sebagai bahan dasar karena ringan, sejuk, tidak membentuk tubuh dan lebih aman bagi perempuan berhijab tanpa harus mengenakan pakaian dobel.
Seakan belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, untuk keikutsertaannya di tahun kedua Norma terpilih sebagai salah satu desainer yang mendapat inkubasi dari mentor asal Inggris. Melalui kategori Indonesia Fashion Forward, ia mengaku lebih mantap mengikuti perhelatan Jakarta Fashion Week 2015.
" Kalau dibandingkan tahun lalu, alhamdulillah tahun ini terpilih untuk di-mentoring sama trainer asal Inggris mulai dari Februari sampai November. Rasanya itu yang membuat saya kian mantap dengan ide dan eksekusi karya-karya terbaru kali ini," kata Norma kepada Dream.co.id di area Fashionlink, The Hall Senayan City, Jakarta.
Disebutnya, dalam proses mentoring tersebut ia kerap mendapat masukan saat sharing ide sketsa hingga strategi desain. Melalui cara ini pula ia optimis dapat mengulang kesuksesan serupa setelah perhelatan Jakarta Fashion Week yang disebutnya sebagai sarana marketing terbaik bagi desainer.
" Alhamdulillah kalau lihat dari tahun lalu setelah JFW angka penjualan sangat signifikan. Hal ini karena media coverage banyak jadi menguntungkan dari segi marketing untuk seorang desainer," ucapnya.
Menanggapi persaingan yang kian banyak, ia optimis jika setiap desainer memiliki kelebihan masing-masing. Bahkan ia menganggap jika ide dan orisinalitaslah yang membuat karya desainer diakui dan mendapat tempat di hati pecinta fesyen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya