Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Makan Buah. (Source: Shutterstock)
Dream - Buah memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Selain itu, buah juga memiliki rasa yang lezat, segar, dan mengenyangkan sehingga banyak dipilih mereka untuk menu camilan antara sarapan dan makan siang.
Selain khasiatnya untuk menunda lapar, banyak orang memilih camilan berupa buah karena diyakini berkhasiat mengatasi dehidrasi.
Cara mengonsumsi buah bermacam-macam tergantung kebiasaan orang yang memakannya. Ada yang menyantap buah dengan dikonsumsi utuh, dijus, menjadi smoothies, atau dikreasikan dalam bentuk lainnya.
Meski tak ada aturan baku tentang cara makan buah, tidak semua olahan dan cara mengonsumsi buah baik untuk tubuh.
Melansir dari Times of India, berikut kesalahan yang biasa dilakukan ketika mengonsumsi buah.

Foto: Shutterstock
Buah diurai tubuh lebih cepat daripada makanan lainnya. Mencampur buah dengan makanan lain bisa memicu pembentukan racun di tubuh yang disebut sebagai ‘ama’.
Pembentukan racun itu disebabkan juga oleh pencernaan yang melambat dan bisa meningkatkan kemungkinan penyakit maupun kondisi kesehatan lainnya. Jadi, konsumsilah buah tanpa dicampur makanan lain.
Hindari makan, termasuk buah 2-3 jam sebelum tidur karena bisa mengganggu sistem pencernaan. Mengonsumsi buah mendekati waktu tidur dapat mengganggu waktu tidurmu.
Buah akan melepaskan banyak gula yang bisa meningkatkan energi sebelum tidur. Akhirnya, kamu bisa mengalami gejala kecemasan dan sulit tidur setelah makan buah.

Foto: Shutterstock
Minum air selepas makan buah dapat mengganggu pH pada sistem pencernaan. Terutama jika makan buah dengan kandungan air yang tinggi, seperti semangka, melon, timun, jeruk, dan stroberi.
Hal ini dikarenakan buah dengan kandungan air tinggi dapat menurunkan kadar asam dalam perut. Melakukan ini dapat menyebabkan penyakit diare atau kolera.
Tidak Makan Kulit Buah
Kebanyakan orang hanya memakan daging buah dan membuang kulitnya. Padahal, kulit buah mengandung banyak serat dan vitamin. Kulit apel mengandung serat tinggi, vitamin C, dan A. Sementara mengonsumsi kulit buah lainnya bisa menurunkan risiko obesitas dan kanker.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya