AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masalah keuangan bisa menimpa siapa pun. Baik mereka yang masih duduk di bangku sekolah maupun para karyawan yang sudah memiliki pekerjaan tetap.
Mulai dari kebutuhan yang mendesak, tumpukan utang serta masalah keuangan lainnya. Kondisi keuangan yang bermasalah ini harus segera diatasi.
Pasalnya, uang ternyata pemicu umum masalah kesehatan jantung kaum muda dan mereka yang sudah berusia paruh baya.
Hal ini terkuak dalam penelitian yang dipublikasi dalam Journal Circulation. Para ilmuwan mengumpulkan data dari hampir 4.000 orang selama 15 tahun, mulai dari saat mereka berusia 23 tahun hingga 35 tahun.
Penghasilan, utang serta kondisi keuangan mereka dianalisis. Termasuk juga menganalisis catatan medis terkait kesehatan jantung.
Selama masa studi, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengalami lebih banyak masalah pendapatan berisiko lebih dari dua kali lipat mengalami masalah jantung, dan hampir dua kali lipat risiko kematian dini. (ism)
Kondisi tersebut dibandingkan dengan mereka yang memiliki pendapatan lebih stabil. Sebagian besar ketidakstabilan pendapatan dihasilkan dari periode pengangguran atau pemotongan gaji setelah berganti pekerjaan.

" Kami menyimpulkan bahwa penurunan pendapatan atau perubahan pendapatan akan mengakibatkan stres akut yang bisa memicu masalah jantung serius. Hal ini bukan hanya terjadi pada yang sudah berusia lanjut tetapi juga yang masih muda," Tali Elfassy, salah satu peneliti yang juga asisten profesor Epidemiologi dari Departemen Kesehatan Publik dari University of Miami.
Stres juga dapat berkontribusi terhadap obesitas yang merupakan faktor utama dari penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Memiliki status sosial ekonomi yang lebih rendah juga dapat berkaitan dengan kesehatan jantung yang buruk.
Hal ini karena orang-orang dengan pendapatan rendah atau tidak stabil akan lebih banyak merokok dan lebih jarang berolahraga serta pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya sehingga dapat menambah risiko masalah jantung.
Laporan Ava Haprin/ Time.com
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli