Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagian besar para perokok sudah tahu akan bahaya rokok terhadap kesehatannya. Tapi sayang, hal tersebut tak membuat mereka jera dan berhenti merokok. Peringatan di kemasan bahkan gambar-gambar mengerikan juga tak lantas membuat para perokok menghentikan kebiasaannya.
Hal tersebut lantaran mereka sudah kecanduan. Zat nikotin membuat perokok akan mengalami gejala gelisah jika tak lagi merokok. Menurut Health Claim Senior Manager Sequis, dr. Yosef Fransiscus, sifat candu rkokok membuat seseorang yang mencoba merokok bisa merasa ketagihan dan sulit melepaskan dalam kondisi apapun.
" Kebiasaan lain dari perokok adalah mengajak orang lain mencoba merokok. Bahkan dengan keuangan terbatas, seorang perokok berat akan memilih menggunakan uangnya untuk mengonsumsi rokok," ujar dr. Yosef dalam rilis yang diterima Dream.co.id, 30 Mei 2018.
Dalam sebatang rokok, terdapat 4.000 macam zat kimia. Sebanyak 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, karbon monoksida dan radikal bebas.
Efek racun yang terkandung pada rokok dapat membuat perokok memiliki risiko mengalami berbagai penyakit dibanding yang tidak merokok. Seperti 14 kali lipat berisiko menderita kanker paru-paru, 8 kali lipat berisiko menderita kanker esophagus, 2 kali lipat berisiko kanker kandung kemih dan 6 kali lipat berisiko terkena serangan jantung.
Vice President of Life Operation Division Sequis, Eko Sumurat mengatakan, bahaya rokok bukan hanya pada kesehatan namun juga menjadi faktor penyebab berkurangnya kesejahteraan dan meningkatnya kemiskinan.
" Apalagi jika perokok adalah pencari nafkah akan sangat berisiko terserang berbagai penyakit tersebut di atas dan akan menggerus finansial keluarga. Perokok dan mereka yang sudah berhenti merokok sebaiknya memikirkan kemungkinan terganggunya kesehatan dan segera memberikan perlindungan pada finansial keluarga," kata Eko.
Menyadari risiko sakit dan kebutuhan akan perawatan medis yang berkualitas, Sequis hadir melalui beragam produk asuransi jiwa dan kesehatan melindungi dari risiko finansial dan risiko kehidupan.
“ Sequis menyediakan Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider yang memberikan perlindungan penyakit kritis dari tahap awal hingga lanjutan yang meliputi 120 kondisi penyakit kritis,” tutur Eko.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

