Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto:ohbulan)
Dream - Bentuk tubuh tak terlalu gemuk ataupun kurus memang menjadi idaman setiap wanita. Bukan hanya wanita, kaum pria pun menginginkan tubuh yang ideal.
Namun faktanya, banyak yang gagal selama menjalankan misi penurunan berat badan. Biasanya kegagalan muncul karea bosan harus membatasi makanan dalam jangka waktu yang panjang.
Berbeda dari kebanyakan, seorang gadis Malaysia bernama Nur Shaerah berbagi tips bagaimana dia berhasil menurunkan berat badannya dalam waktu sebulan. Bukan satu, dua kilogram, Shaerah sukses menurunkan berat badannya sebanyak 16 kg.
"Tinggiku hanya 145 cm. Jadi bisa dibayangkan bagaimana sengsaranya punya berat badan 69 kg. Karena itu aku bertekad melangsingkan badan dan harus diet," kata Shaerah mengenang masa-masa saat badannya masih gendut.
Apa yang dilakukan Shaerah ternyata tak ada yang istimewa. Dia menurunkan berat badan hanya dengan cara normal.
Shaerah mencoba untuk....
© Dream
"Pertama, tekad harus kuat. Kalau sebentar diet, sebentar tidak, jangan berharap berat badan akan turun. Ini serius. Yang penting harus ada rencana dan tujuan," imbuhnya.
Dari segi makan, Shaerah mengaku berhenti mengkonsumsi nasi, kuew tiaw, bihun, mi, spageti, maggie dan roti.
"Dalam satu bulan memang tidak makan itu semua. Awalnya nangis juga lihat orang-orang di rumah pada makan nasi," kata Shaerah.
Selanjutnya, Shaerah tidak menyentuh makanan yang manis-manis. Cokelat, es krim, minuman bersoda, dan segala jenisnya. Dan satu hal penting lainnya, No Fast Food.
"Jadi kalian bingung, kan? Semua-semua tak boleh dimakan. Lantas makan apa? Sebenarnya banyak makanan lain yang boleh dimakan," kata Shaerah.
© Dream
Shaerah menyarankan untuk sarapan pagi dengan makan dua biji telur. Tengah hari atau ketika makan siang, Shaerah menyantap lauk macam ayam, ikan, udang, kepiting bersama dengan sayur-sayuran.
Menjelang sore, Shaerah mengonsumsi makanan yang sama dengan menu makan siang. Dan saat malam hari, Shaerah jarang makan. Namun jika lapar, dia hanya makan buah-buahan atau makanan ringan.
Untuk makanan ringan, Shaerah tidak memilih yang mahal-mahal. "Cukup goreng ikan teri yang kecil-kecil itu, masukkan dalam toples, dan jadilah kudapan sehat untuk mengganjal lapar di malam hari," katanya.
© Dream
Dan bagian yang paling penting adalah berolahraga. Entah pagi, siang, dan malam, Shaerah biasanya latihan zumba.
"Hampir setiap hari aku putar zumba di Youtube dan mengikuti gerakannya hingga hafal langkah-langkahnya. Kalian tak akan langsing jika malas olahraga," ujarnya.
Yang terakhir, kata Shaerah, harus sering-sering minum air putih. Jika perlu, minuman yang warna-warni itu diganti dengan yang bening saja.
(Sumber: ohbulan)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan