Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Stres pada anak tak boleh disepelekan orangtua. Banyak faktor jadi pemicu, salah satunya adalah beban akademik di sekolah. Seperti kasus bunuh diri remaja pria yang sangat menyedihkan di George Town, Penang, Malaysia.
Masyarakat sekitar heboh dengan kasus tersebut. Pasalnya, ada anak remaja yang masih berusia 13 tahun memutuskan bunuh diri karena tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolahnya.
© Dream
Awalnya, ibu dari sang anak mendapat telepon dari sekolah. Pihak sekolah melaporkan kalau si anak tak menyelesaikan PR yang diberikan. Ibu tersebut langsung meminta si anak segera mengerjakan PR-nya.
Saat berada di rumah, si anak lalu mengerjakan PR sambil diawasi sang ibu. Beberapa saat kemudian, anak tersebut izin ke kamar mandi untuk mandi. Setelah 30 menit, si anak tak kunjung selesai mandi.
© Dream
Setelah berjam-jam di kamar mandi, ayah sang anak mendengar aliran air yang kunjung berhenti. Ia pun curiga dan mendobrak pintu kamar mandi. Sang anak kemudian ditemukan tak bernyawa karena gantung diri menggunakan handuk.
Tentu saja orangtuanya sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Kasus ini terjadi pada 25 Agustus 2019 kemarin. Setelah ditemukan gantung diri, penyelamatan sempat dilakukan dan dilarikan ke rumah sakit.
© Dream
Saat di perjalanan ke rumah sakit, anak tersebut ternyata mengembuskan napas terakhirnya. Polisi lalu melakukan investigasi atas kasus ini. Terungkap kalau anak tersebut memang tak terlalu suka bidang akademik.
Ia selalu mengeluh dengan tugas-tugas dan suasana sekolah. PR yang begitu banyak membuatnya stres. Polisi juga menemukan catatan yang ditinggal sang anak. Ia berterima kasih pada sang ibu karena telah mengurusnya selama 13 tahun.
Sumber: World of Buzz
© Dream
Dream - Dunia yang menyenangkan dan ceria identik dengan anak-anak. Mereka selalu ingin bermain apapun kondisinya. Meski demikian bukan berarti anak tak bisa merasakan emosi negatif yang berasal dari sekelilingnya.
Buah hati juga bisa stres dan mengalami tekanan karena keadaan yang terjadi. Misalnya, karena perceraian orangtua, kematian saudara/kakek neneknya, masuk ke lingkungan baru atau mengalami perundungan (bully).
Salah satu tanda jelas saat anak stres adalah perubahan sikap dan temperamen. Anak jadi lebih mudah terpancing emosinya dan terlihat gelisah. Saat ditanya, mereka tak bisa menjelaskan sikap buruknya.
© Dream
Hal ini karena anak belum bisa mendeskripsikan emosinya dengan baik. Tanda lainnya adalah anak kerap mengeluhkan sakit perut dan sakit kepala. Saat diperiksa dokter tak ada masalah apapun
Biasanya dokter akan menangkap 'sinyal' stres dan membicarakan hal ini dengan orangtua. Anak juga kerap bermimpi buruk, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, menarik diri atau tak mau sekolah.
Cobalah lebih peka terhadap perubahan sikap anak. Jika dirasa sangat berbeda, tak ada salahnya untuk mengajak si kecil berkonsultasi dengan psikolog anak untuk mencari tahu penyebab dan mendapat solusi yang tepat.
Sumber: Verywell
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya