6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Pembukaan Toko Offline Wearing Klamby. (Foto: Cynthia Amanda Male)
Dream - Sejumlah brand fashion lokal mengalami perkembangan bisnis positif di masa pandemi Covid-19. Dengan pemanfaatan teknologi digital, beberapa brand bahkan bisa menembus pasar internasional.
Perkembangan tersebut juga dirasakan brand modest fashion, Wearing Klamby yang baru saja membuka toko offline pertamanya di Plaza Indonesia.
" Kondisi pandemi yang tidak kunjung usai ini menuntut kita untuk tetap maju," ujar Muhammad Ridho, Founder Wearing Klamby dalam acara pembukaan toko brand tersebut di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 27 September 2021.

Menurut Ridho, pembukaan toko offline di pusat bisnis Jakarta ini bertujuan untuk menaikkan level brand perusahaan agar tidak dipandang sebelah mata. Ridho menyatakan Wearing Kimberly saat ini sudah bisa dianggap sebagai 'new luxury things'
Pembukaan toko tersebut juga didasari pertimbangan salah satunya masukan para pemilik brand lokal yang mengaku penjualan offline bisa lebih tinggi dibandingkan online.
Pertimbangan lain adalah situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah membaik sehingga memicu kembali aktivitas masyarakat yang ingin berbelanja secara offline.
" Meskipun pandemi, orang sudah mulai berani berbelanja. Indonesia juga semakin banyak penduduknya yang sudah divaksin. Turunnya jumlah kasus Covid-19 juga membuat kami semakin optimis untuk membuka toko offline" .

Sesuai dengan tujuannya untuk menaikkan level brand, Wearing Kimberly merancang konsep toko mewah layaknya sebuah butik. Toko tersebut didominasi warna emas yang membuat penampilan produknya semakin mewah.
Tidak hanya itu, mereka pun meluncurkan Wearing Klamby Prive yang merupakan koleksi premium dari brand tersebut. Koleksi terbatas itu juga hanya dijual di toko offline.

" Beberapa koleksi yang ada di online, dihadirkan di offline. Tapi, koleksi premiumnya tidak ada di online. Nantinya, tiap butik akan ada koleksi khusus yang koleksinya dimulai dengan harga Rp1 juta," ungkapnya.
Di samping koleksi premium, mereka juga memproduksi koleksi lounge wear dan aksesoris seperti sepatu, tas, serta bros.

Setelah Plaza Indonesia, Wearing Klamby berencana untuk membuka toko offline di Supermall Karawaci pada bulan Desember.
" Targetnya di 2022 akan ada toko di 6 titik. Kota yang menjadi tujuan pembukaan toko adalah Bekasi, Bandung, Jogja, Surabaya, Palembang, Padang, Medan, dan Bali," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
