30 Masjid Bersejarah di Saudi Selesai Direstorasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 7 Januari 2020 07:01
30 Masjid Bersejarah di Saudi Selesai Direstorasi
Saudi ingin mengembalikan warisan sejarah masa lalu.

Dream - Pemerintah Arab Saudi telah menyelesaikan proses restorasi situs-situs bersejarah. Di tahap pertama, terdapat 30 masjid milik sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang proses restorasinya dinyatakan telah selesai.

Proses restorasi itu dijalankan selama 423 hari dan menelan biaya lebih dari 50 juta riyal, setara Rp185,8 miliar. Arab Saudi masih akan merestorasi 100 dari total 130 masjid bersejarah milik para sahabat Rasulullah.

Pekerjaan restorasi melibatkan perusahaan properti yang memiliki kekhususan di bangunan bersejarah. Selain itu, proyek ini juga melibatkan para insinyur dalam negeri untuk memastikan pelestarian identitas otentik menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi.

Pemerintah Saudi juga memfokuskan proyek restorasi ini pada bangunan masjid kuno yang sudah ditutup lebih dari 40 tahun.

Setiap masjid mendapatkan fasilitas tambahan seperti ruang sholat khusus wanita, layanan untuk difabel, penyejuk udara, lampu, serta pengeras suara.

 Masjid bersejarah di Saudi

Salah satu masjid yang restorasinya telah selesai adalah Masjid Jarir Al Bajali. Masjid yang terletak di wilayah kegubernuran Taif ini dibangun oleh sahabat Jarir bin Abdullah Al Bajali.

1 dari 5 halaman

Situs Ilmiah

Sebagian masjid yang direstorasi diketahui sebagai suar atau pusat kajian ilmiah. Contohnya Masjid Syeikh Abu Bakar yang dibangun lebih dari 300 tahun lalu di kawasan gubernuran Al Ahsa.

Ke-30 masjid tersebut resmi menerima jemaah pada 27 Desember 2019. Proyek ini bertujuan untuk melestarikan warisan dan arsitektur Islam, menghidupkan kembali desa-desa serta kota-kota bersejarah.

 Masjid bersejarah di SaudiMasjid bersejarah di Saudi © Arabnews

Proyek restorasi ini dijalankan berangkat dari pandangan Putra Mahkota Muhammad bin Salman akan pentingnya masjid dalam Islam dan warisan arsitektur kota.

Pekerjaan restorasi diawali dengan kajian, dokumentasi dimensi sejarah dan arsitektur dari setiap masjid, serta tinjauan terhadap seluruh tantangan.

Seluruh bagian yang menjadi identitas masjid, seperti khalwah, ruang sholat bawah tanah atau belakang dengan ketinggian tertentu untuk melindungi jemaah dari suhu dingin.

Sumber: Arab News.

2 dari 5 halaman

Saudi Bangun 60 Ribu Toilet Bertingkat di Tenda Jemaah Haji RI

Dream - Salah satu masalah yang selalu dikeluhkan jemaah haji setiap tahunnya yaitu fasilitas toilet di Mina. Para jemaah haji kerap kesulitan ketika ke toilet lantaran jumlahnya terbatas, sementara penggunanya mencapai jutaan orang.

Terkait masalah ini, Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mendorong Kerajaan Arab Saudi untuk memperbaiki layanan toilet. Fasilitas tersebut berperan sangat penting di setiap penyelenggaraan haji.

" Yang krusial masalah toilet di Mina," ujar Dirjen PHU, Nizar Ali, Rabu 11 Desember 2019.

Nizar mengatakan, Saudi menyanggupi pembangunan 60 ribu unit yang prosesnya akan dimulai pada 2020 dengan desain tingkat. Hal itu seperti tertuang dalam Nota Kesepahaman (Master of Understanding/MoU) bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi.

" Akan bangun toilet 60 ribu di Mina, toilet tingkat dimulai awal tahun," ucap dia.

Dalam MoU yang sudah ditandatangani, Menag meminta tahap awal pembangunan toilet di Mina difokuskan di tenda jemaah Indonesia. " Rencana itu toilet dibongkar, ganti yang baru," kata dia.

Proses pembangunan toilet tingkat itu ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. " Di MoU disebutkan Insya Allah proyek akan selesai dalam dua tahun," ucap Nizar.

Selain itu, Saudi juga berencana membangun tenda tingkat di Mina. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan visi Arab Saudi yang ingin mendatangkan jemaah haji hingga 5 juta setiap tahunnya.

" Kemah bertingkat, itu rampung Insya Allah 2030, sesuai visinya Arab Saudi yang 2030 jemaah haji 5 juta, sekarang kan 3 juta," ujar dia.

3 dari 5 halaman

Jemaah Haji 2020 Dipastikan Kena Biaya Visa Rp1,136 Juta

Dream - Ongkos haji untuk musim 2020 dipastikan bertambah. Ini lantaran para jemaah haji yang berangkat tahun depan terkena kewajiban membayar visa yang diterapkan Kerajaan Arab Saudi. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Nizar Ali, dalam rapat dengan panitia kerja (panja) Komisi VIII DPR di Senayan. 

Dalam rapat itu, Nizar mengatakan jemaah haji pada 2020 dikenakan biaya visa sebesar 300 riyal atau Rp1,136 juta.

" Tahun ini setiap orang asing hadir ke Tanah Suci kedapatan biaya kedatangan 300 riyal baik visa kunjungan haji, umroh dan berlaku umum," ujar Nizar, Selasa 10 Desember 2019.

Nizar menerangkan pada 2020 mendatang Saudi tidak lagi menerapkan visa progresif bagi jemaah haji atau umroh. Yang ada hanya visa kunjungan yang dibebankan kepada setiap kepala dengan beban Rp1,136 juta.

" Setiap kali datang pertama kali, kedua atau ketiga atau berapa pun kena 300 riyal," ucap dia.

 

4 dari 5 halaman

Aturan Resmi Saudi

Nizar mengatakan aturan itu sudah ditetapkan Saudi. " Ada surat resmi keputusan pimpinan menteri-menteri (Arab Saudi) memutuskan itu," kata dia.

Meski demikian, kata dia, Kemenag tengah melobi Kerajaan Arab Saudi untuk keringanan petugas haji agar tidak dibebankan biaya visa.

" Paling tidak visa petugas haji yang jumlahnya 4.500 orang, karena ini petugas dibebaskan dari biaya visa. Ini kita mengirim surat dispensasi," ujar dia.

5 dari 5 halaman

Menag Lobi Saudi Tetapkan Kuota Dasar Haji Indonesia 231 Ribu

Dream - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, memanfaatkan pertemuan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menetapkan kuota dasar jemaah Indonesia menjadi 231 ribu.

“ Menteri Agama Fachrul Razi telah bersurat kepada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, meminta agar kuota dasar Indonesia ditetapkan menjadi 231.000,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali, dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa 3 Desember 2019.

Menurut Nizar, lobi dan surat ini diperlukan karena hitungan kuota dasar Indonesia yang tertuang dalam MoU penyelenggaraan ibadah haji 2020 masih sebesar 221.000. Meski ada penjelasan bahwa pemerintah Indonesia meminta tambahan kuota dasar.

“ Dari hasil pembahasan dalam spesial official meeting dengan Wakil Menteri Haji (Arab Saudi), permintaan ini akan dipertimbangkan,” ujar dia.

Sampai 2016, kuota dasar jemaah haji Indonesia berjumlah 211.000, terdiri dari 194.000 kuota jemaah haji reguler dan 17.000 kuota haji khusus.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis