5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto:Instagram @b.jhabibie
Dream - Indonesia kembali kehilangan sosok penting. Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, meninggal dunia, Rabu 11 September 2019.
Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, itu wafat dalam usia 83 tahun. Dia dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, sejak 1 September karena sejumlah penyakit.
Habibie tak hanya dikenal sebagai Presiden. Sosok yang akrab dipanggil Eyang ini juga dikenal dengan karya-karyanya.
Untuk mengenang Habibie, berikut fakta-fakta mengenai Eyang Habibie yang dikutip dari berbagai sumber.
Menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri, Habibie punya nama dan gelar yang cukup panjang. Jika dituliskan nama lengkap beserta gelarnya, akan menjadi Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.
Habibie menempuh pendidikan strata satunya di Institute Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, usai menyelesaikan pendidikan SMA di Gouverments Middlebare School.
Dengan mendapat beasiswa dari pemerintahan, yang kala itu dipimpin Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno, Habibie muda melanjutkan pendidikannya ke Jerman.
Habibie muda mendapat beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk menempuh pendidikan di Rhein Wesfalen Aachen Technische Hochschule.
Dengan jurusan Teknik Penerbangan yang spesialisasinya pada konstruksi pesawat, Habibie tak pernah mengecewakan dengan lulus predikat cum laude alias sempurna.
Habibie muda ketika bersekolah di Jerman mencetuskan rumus untuk menghitung crack progression on random. Rumus ini kemudian disebut dengan Faktor Habibie.
Tak menjadi sembarang rumus, karya Habibie ini diakui lembaga internasional. Seperti, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman), The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de I'Air de I'Espace (Prancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
Habibie juga memperoleh penghargaan sebagai guru besar di ITB dan penghargaan Edward Warner Award dan Theodore Van Karman Award.
Paska pengunduran diri Soeharto, Habibie naik menjabat sebagai presiden pada 1998. Masa Orde Baru selesai, Habibie memimpin jalannya masa reformasi.
Selama 17 bulan Habibieberkesempatan menjadi orang nomor satu di Indonesia dengan memimpin kabinet yang ia namai Kabinet Reformasi Pembangunan.
Usai menjabat, Habibie digantikan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur.
Kini Eyang telah tiada, jasa mu akan selalu terkenang untuk Indonesia! Selamat jalan Eyang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?