Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

619 Orang Ditolak Masuk Mal oleh Sistem PeduliLindungi

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 18 Agustus 2021 11:00
619 Orang Ditolak Masuk Mal oleh Sistem PeduliLindungi
Selama masa uji coba di wilayah PPKM Level 4, sudah 1.015.303 pengguna check-in di aplikasi PeduliLindungi.

Dream - PeduliLindungi telah resmi menjadi aplikasi syarat masuk sejumlah pusat aktivitas masyarakat, salah satunya di mall. Sejumlah mall telah menerapkan sistem pada aplikasi ini untuk kepentingan screening.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat selama masa percobaan pada 9 hingga 16 Agustus 2021, sudah 1.015.303 pengguna check-in di aplikasi PeduliLindungi. Sementara, 619 pengguna ditolak masuk mal oleh sistem.

" Pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan dari aplikasi agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalani kehidupan dengan kebiasaan baru, serta mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian pandemi," ujar Menkominfo, Johnny G Plate.

Selama masa perpanjangan PPKM hingga 23 Agustus 2021, Kemenkominfo memfungsikan aplikasi ini sebagai media screening untuk berbagai kegiatan. Aplikasi ini diterapkan untuk di wilayah PPKM Level 4 dalam tahap uji coba dan berlaku penuh di wilayah Level 3.

 

1 dari 4 halaman

Diaplikasikan di Pabrik

Di masa uji coba, aplikasi diterapkan pada pengunjung pusat perbelanjaan dan mal. Pemerintah juga telah meningkatkan kapasitas kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mall jadi 50 persen dan membolehkan dine-in dengan kapasitas 25 persen atau dua orang per meja.

Di masa uji coba, aplikasi ini juga digunakan untuk screening orang di pusat industri atau pabrik, baik karyawan maupun non-karyawan. Terkait mekanisme penggunaannya akan diatur Kementerian Perindustrian.

Selain itu, sistem PeduliLindungi juga diberlakukan untuk pengawasan SOP olahraga luar ruangan. Jumlah peserta olahraga luar ruangan dibatasi maksimal empat orang dalam satu kelompok tanpa kontak fisik.

Lebih lanjut, Johnny mengatakan jika pengguna PeduliLindungi semakin banyak, tingkat akuasi aplikasi ini dalam mendeteksi Covid-19 semakin meninggi, dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Kapan Indonesia Bebas dari PPKM? Ini Jawab Menko Luhut

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakay (PPKM) akan terus diterapkan selama Covid-19 masih menjadi pandemi. Pernyataan ini menjawab sejumlah pertanyaan yang kerap dia dapat mengenai perpanjangan PPKM atau tidak.

" Saya ingin menjelaskan bahwa selama Covid-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM ini tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut menegaskan jika terdapat daerah yang kondisinya membaik, maka akan diturunkan ke level lebih rendah. Dia menyatakan penerapan PPKM di Level 2 dan 1 akan mendekati situasi normal.

" Oleh karena itu evaluasi akan dilakukan setiap minggu sehingga perubahan situasi dapat kita respon secara cepat," kata dia.

Selanjutnya, Luhut mengingatkan semua pihak tidak bereuforia dengan perkembangan Covid-19 yang menunjukkan perbaikan saat ini. Dia mengakui di kawasan Asia, Indonesia tergolong cepat melakukan tindakan perbaikan.

" Tapi, saya ulangi, kita harus tetap hati-hati. Kalau kita tidak ketat protokol kesehatan, bukan berarti tidak mungkin ini akan naik kembali," kata dia.

3 dari 4 halaman

PPKM Diperpanjang sampai 23 Agustus, 8 Daerah Masuk Level 3

Dream - Menko Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan kondisi Covid-19 di Jawa-Bali menunjukkan tren positif selama masa perpanjangan PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2. Namun demikian, kondisi belum sepenuhnya membaik.

" Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, atas arahan petunjuk Presiden, maka PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali diperpanjang sampai tanggal 23 Agustus 2021," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Menurut Luhut, selama masa perpanjangan PPKM Level 4, 3, dan 2 hingga 16 Agustus, kasus terkonfirmasi menurun hingga 76 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pekan lalu sebanyak 59 persen.

" Kasus aktif turun 53 persen dari titik puncaknya," kata Luhut.

Tetapi berdasarkan kunjungan lapangan, Luhut menilai masih diperlukan sejumlah perbaikan di beberapa wilayah. Sejumlah langkah sudah diterapkan, salah satunya memobilisasi pasien isolasi mandiri (isoman) ke pusat-pusat isolasi yang disediakan pemerintah kota dan kabupaten serta memastikan ketersediaan obat dan oksigen konsentrator.

" Kami harapkan dalam minggu depan akan terjadi perbaikan yang signifikan, khususnya wilayah Bali dan Malang Raya," ucap Luhut.

 

4 dari 4 halaman

8 Daerah Masuk Level 3

Luhut mengatakan dalam masa perpanjangan PPKM sepekan ke depan, terdapat sejumlah daerah yang masuk Level 3 dari Level 4. Jumlahnya sebanyak delapan kabupaten kota.

" Sehingga total kabupaten dan kota yang masuk Level 3 dan 2 mencapai 61 kabupaten kota," kata Luhut.

Luhut mengatakan uji coba pembukaan sejumlah pusat aktivitas masyarakat seperti mall menunjukkan perkembangan cukup baik. Dari database PeduliLindungi, terdapat 1,015 juta orang melakukan check-in lewat aplikasi tersebut.

" Dan ada 619 orang yang ditolak masuk oleh sistem dan tidak diperkenankan masuk ke pusat perbelanjaan dengan berbagai alasan," kata Luhut.

Beri Komentar