Update Corona: Korea dan Iran di Posisi Kedua Setelah China

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 27 Februari 2020 14:03
Update Corona: Korea dan Iran di Posisi Kedua Setelah China
Iran mengalami kasus kematian terbesar, di luar China, karena virus corona.

Dream - Sebanyak 767 kasus baru kasus Covid-19 tercatat pada Kamis, 27 Februari 2020 pukul 11.03 WIB. Sejak Selasa, 25 Februari 2020, terdapat 845 kasus baru Covid-19. Adapun, pada Rabu, 26 Februari 2020, terdapat 982 pasien lainnya.

Dengan tambahan kasus baru ini, saat ini total kasus penderita Covid-19 sebesar 82.164. Korea Selatan dan Iran sama-sama berada di posisi kedua setelah China. Korea karena kasus terinfeksi positif terbesar kedua, sementara Iran kematian terbesar kedua setelah China. 

Kasus terbesar terjadi di China yaitu 78.497. Selain China, kasus terbesar yang terjadi di Korea Selatan, dengan sebaran wabah 1.595 penderita, Italia dengan 453 penderita, Jepang dengan 189 penderita, dan Iran dengan 139 penderita.

 Data sebaran virus Corona© Khidr Al-Zahrani

Kematian terbesar di luar China, terjadi di Iran. Di negara Timur Tengah itu sudah terdapat 19 orang yang meninggal dunia. Selain Iran, terdapat Korea Selatan 13 orang yang meninggal dunia. Sementara itu, di Italia terdapat 12 orang yang meninggal.

Total, kematian akibat Covid-19 terdapat 2.801 orang.

Kasus Covid-19 di Iran telah menyita perhatian. Sebab, Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi dinyatakan positif Covid-19.

Meski saat ini menjalani perawatan intensif, Iraj yakin dengan usaha para tenaga kesehatan dan kementerian kesehatan untuk menangani virus corona.

" Kita akan mengalahkan corona. Yakinlah. Saya mengatakan ini jauh dari lubuk hati saya," kata Iraj, dilaporkan The Guardian.

1 dari 4 halaman

Wabah Virus Corona, Viral Mahasiswi China Kepergok Ludahi Kolam Renang

Dream - Virus corona, yang kini diberu nama COVID-19, kian merajalela. Penyebarannya terus meluas hingga korban terinfeksi dan meninggal dunia pun terus bertambah.

Menurut data John Hopkins, Rabu 26 Februari 2020, pukul 12.00 WIB, COVID-19 telah menginfeksi 81.002 orang di dunia. Dari angka itu, 2.762 orang meninggal dunia, 30.070 lainnya dinyatakan sembuh.

Kondisi ini mendorong orang-orang, terutama yang wilayahnya terjangkit COVID-19, bersikap waspada dengan menjaga kesehatan dan kebersihan fasilitas umum.

Namun ulah seorang mahasiswi China yang sedang menempuh pendidikan di sebuah universitas di Cheras, Malaysia, ini sungguh tak terpuji.

2 dari 4 halaman

Diduga Mahasiswi dari China

Sebelumnya beredar video viral yang memperlihatkan mahasiswi asal China meludah di kolam renang sebuah apartemen di Malaysia.

Video yang kemudian viral itu dibagikan oleh netizen yang tidak mau mau disebutkan identitasnya.

" Jadi, wanita ini diduga adalah mahasiswi dari China yang kuliah di universitas di Cheras," katanya.

" Pada 25 Februari 2002, jam 3:30 sore waktu setempat, dia meludah ke dalam kolam renang di sebuah apartemen. Dia minum seteguk air dan kemudian meludahkannya lagi ke kolam renang," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Meludah ke Dalam Kolam Anak-anak

Tidak sampai di situ saja. Mahasiswi itu berjalan mengelilingi kolam renang sambil terus meludah ke dalam kolam renang.

Namun ketika didatangi satpam, mahasiswi itu malah lari membeli sebotol air minum. Dia meludah ke dalam botol dan menuangkan airnya ke dalam kolam.

Tidak hanya meludah ke kolam renang utama, mahasiswi itu juga meludah ke kolam anak-anak. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda mabuk atau menyesal atas tindakannya.

Satpam akhirnya mengusir mahasiswi itu. Belum diketahui secara pasti alasan mahasiswi tersebut melakukan aksinya itu.

Tindakan mahasiswi itu berpotensi menyebabkan penularan virus jika dia terinfeksi. Netizen berharap bahwa pengelola apartemen menguras kolam renang dan membersihkannya dengan baik

Sumber: World of Buzz

4 dari 4 halaman

Masya Allah, Bayi 17 Hari Sembuh dari Virus Corona

Dream - Seorang bayi perempuan berusia 17 hari dinyatkan telah pulih dari paparan virus corona,  COVID-19. Bayi tersebut lahir di Wuhan, provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah mematikan ini.

Bayi yang baru belasan hari dilahirkan itu menjadi pasien termuda yang telah sembuh dari virus mematikan tersebut sejauh ini.

Dia dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Wuhan pada hari dilahirkan setelah diduga terinfeksi virus baru yang dikenal sebagai COVID-19 itu.

Dia mengalami infeksi pernapasan dan kerusakan kecil di jantungnya. Namun dia berhasil mengatasi gejalanya tanpa obat.

Anak yang diberi nama Xiao Xiao itu meninggalkan rumah sakit pada hari Jumat setelah dinyatakan pulih sepenuhnya.

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah, CCTV, pakar kesehatan di Departemen Neonatologi Rumah Sakit Wuhan, Dr Zeng Lingkong, mengatakan Xiao Xiao tidak memiliki kesulitan dalam bernapas.

" Dia juga tidak batuk atau demam. Karena itu kami hanya memberikan perawatan untuk kondisi yang menyerang miokard (sel-sel otot yang terdapat di jantung)," kata Dr Zeng.

Dr Zeng menambahkan bayi itu malah tumbuh dengan baik dan lebih gemuk saat dirawat di rumah sakit.

Xiao Xiao diizinkan pulang pada hari Jumat sore setelah dinyatakan negatif corona usai menjalani tiga tes deteksi asam nukleat berturut-turut.

Para dokter di China sebelumnya menyuarakan keprihatinan bahwa infeksi virus corona dapat ditularkan dari ibu ke bayi mereka di dalam rahim.

Sumber: Daily Star

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup