Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebanyak 767 kasus baru kasus Covid-19 tercatat pada Kamis, 27 Februari 2020 pukul 11.03 WIB. Sejak Selasa, 25 Februari 2020, terdapat 845 kasus baru Covid-19. Adapun, pada Rabu, 26 Februari 2020, terdapat 982 pasien lainnya.
Dengan tambahan kasus baru ini, saat ini total kasus penderita Covid-19 sebesar 82.164. Korea Selatan dan Iran sama-sama berada di posisi kedua setelah China. Korea karena kasus terinfeksi positif terbesar kedua, sementara Iran kematian terbesar kedua setelah China.
Kasus terbesar terjadi di China yaitu 78.497. Selain China, kasus terbesar yang terjadi di Korea Selatan, dengan sebaran wabah 1.595 penderita, Italia dengan 453 penderita, Jepang dengan 189 penderita, dan Iran dengan 139 penderita.

Kematian terbesar di luar China, terjadi di Iran. Di negara Timur Tengah itu sudah terdapat 19 orang yang meninggal dunia. Selain Iran, terdapat Korea Selatan 13 orang yang meninggal dunia. Sementara itu, di Italia terdapat 12 orang yang meninggal.
Total, kematian akibat Covid-19 terdapat 2.801 orang.
Kasus Covid-19 di Iran telah menyita perhatian. Sebab, Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi dinyatakan positif Covid-19.
Meski saat ini menjalani perawatan intensif, Iraj yakin dengan usaha para tenaga kesehatan dan kementerian kesehatan untuk menangani virus corona.
" Kita akan mengalahkan corona. Yakinlah. Saya mengatakan ini jauh dari lubuk hati saya," kata Iraj, dilaporkan The Guardian.
Dream - Virus corona, yang kini diberu nama COVID-19, kian merajalela. Penyebarannya terus meluas hingga korban terinfeksi dan meninggal dunia pun terus bertambah.
Menurut data John Hopkins, Rabu 26 Februari 2020, pukul 12.00 WIB, COVID-19 telah menginfeksi 81.002 orang di dunia. Dari angka itu, 2.762 orang meninggal dunia, 30.070 lainnya dinyatakan sembuh.
Kondisi ini mendorong orang-orang, terutama yang wilayahnya terjangkit COVID-19, bersikap waspada dengan menjaga kesehatan dan kebersihan fasilitas umum.
Namun ulah seorang mahasiswi China yang sedang menempuh pendidikan di sebuah universitas di Cheras, Malaysia, ini sungguh tak terpuji.
Sebelumnya beredar video viral yang memperlihatkan mahasiswi asal China meludah di kolam renang sebuah apartemen di Malaysia.
Video yang kemudian viral itu dibagikan oleh netizen yang tidak mau mau disebutkan identitasnya.
" Jadi, wanita ini diduga adalah mahasiswi dari China yang kuliah di universitas di Cheras," katanya.
" Pada 25 Februari 2002, jam 3:30 sore waktu setempat, dia meludah ke dalam kolam renang di sebuah apartemen. Dia minum seteguk air dan kemudian meludahkannya lagi ke kolam renang," tambahnya.
Tidak sampai di situ saja. Mahasiswi itu berjalan mengelilingi kolam renang sambil terus meludah ke dalam kolam renang.
Namun ketika didatangi satpam, mahasiswi itu malah lari membeli sebotol air minum. Dia meludah ke dalam botol dan menuangkan airnya ke dalam kolam.
Tidak hanya meludah ke kolam renang utama, mahasiswi itu juga meludah ke kolam anak-anak. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda mabuk atau menyesal atas tindakannya.
Satpam akhirnya mengusir mahasiswi itu. Belum diketahui secara pasti alasan mahasiswi tersebut melakukan aksinya itu.
Tindakan mahasiswi itu berpotensi menyebabkan penularan virus jika dia terinfeksi. Netizen berharap bahwa pengelola apartemen menguras kolam renang dan membersihkannya dengan baik
Sumber: World of Buzz
Dream - Seorang bayi perempuan berusia 17 hari dinyatkan telah pulih dari paparan virus corona, COVID-19. Bayi tersebut lahir di Wuhan, provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah mematikan ini.
Bayi yang baru belasan hari dilahirkan itu menjadi pasien termuda yang telah sembuh dari virus mematikan tersebut sejauh ini.
Dia dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Wuhan pada hari dilahirkan setelah diduga terinfeksi virus baru yang dikenal sebagai COVID-19 itu.
Dia mengalami infeksi pernapasan dan kerusakan kecil di jantungnya. Namun dia berhasil mengatasi gejalanya tanpa obat.
Anak yang diberi nama Xiao Xiao itu meninggalkan rumah sakit pada hari Jumat setelah dinyatakan pulih sepenuhnya.
Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah, CCTV, pakar kesehatan di Departemen Neonatologi Rumah Sakit Wuhan, Dr Zeng Lingkong, mengatakan Xiao Xiao tidak memiliki kesulitan dalam bernapas.
" Dia juga tidak batuk atau demam. Karena itu kami hanya memberikan perawatan untuk kondisi yang menyerang miokard (sel-sel otot yang terdapat di jantung)," kata Dr Zeng.
Dr Zeng menambahkan bayi itu malah tumbuh dengan baik dan lebih gemuk saat dirawat di rumah sakit.
Xiao Xiao diizinkan pulang pada hari Jumat sore setelah dinyatakan negatif corona usai menjalani tiga tes deteksi asam nukleat berturut-turut.
Para dokter di China sebelumnya menyuarakan keprihatinan bahwa infeksi virus corona dapat ditularkan dari ibu ke bayi mereka di dalam rahim.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya