Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Setelah banding ditolak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jessica Kumala Wongso tidak menyerah. Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan meminta agar dibebaskan dari segala tuntutan.
" Tadi siang kami sudah masukkan bekas permohonan kasasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata pengacara Jessica, Otto Hasibuan, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin 10 April 2017. Otto mengatakan, berkas kasasi Jessica terdiri dari 64 halaman.
Dia mengatakan, permohonan kasasi tersebut menekankan pada putusan hakim yang menyatakan Jessica bersalah berdasar hati nurani. Seharusnya, kata dia, putusan harus didasarkan pada adanya dua alat bukti yang sah.
" Setelah kami dalami ternyata hakim PN sudah salah mengadili terdakwa (Jessica), karena secara tegas menyatakan menghukum terdakwa bersalah dengan hati nurani. Padahal seharusnya dengan keyakinan yang didasarkan dengan dua alat bukti yang sah," tegas dia.
Otto menuturkan, berdasakan Pasal 183 KUHAP, majelis hakim tidak boleh menjatuhkan vonis kepada terdakwa apabila syarat minimal dua alat bukti yang sah tidak terpenuhi.
" Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada terdakwa, kecuali dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah," kata dia.
Jessica divonis penjara selama 20 tahun. Hakim PN Jakarta Pusat menilai dia terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Mirna dengan racun sianida yang dituangkan ke dalam es kopi Vietnam di Kafe Olivier.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya