Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Irene O'She Melakukan Aksi Terjun Payung (Foto: Facebook/SA Skydiving)
Dream - Irene O'Shea, seorang nenek berusia 102 tahun asal Australia menjadi penerjung payung perempuan tertua di dunia. Dia terbang dari ketinggian 14 ribu kaki, Minggu, 9 Desember 2018.
Saat memecahkan rekor, Irene ditemani perusahaan terjun payung asal Adelaide, SA Skydiving.
" Terjun payung pada hari Minggu berjalan dengan lancar," tulis SA Diving, di laman resminya, diakses Kamis, 13 Desember 2018.
Menurut SA Skydiving, Irene mulai akrab dengan terjun payung saat merayakan ulang tahun ke-100 pada 2016. Setahun setelah itu, dia menjadi penerjun payung tertua di dunia.
Aksi terjun payung itu bukan hanya menguji mental dan kekuatan Irena. Dia ingin mendedikasikan aksi tersebut untuk putrinya, yang meninggal 10 tahun silam karena penyakit motor neurone.
Irene melihat tahun ini merupakan kesempatan yang berharga untuk mengumpulkan sumbangan ke Motor Neurone Disease Association of South Australia.
Dikutip dari ABC News, O`Shea terjun bersama instruktur Jed Smith, 24 tahun, di SA Skydiving's Langhorne Creek Dropzone. Smith dan Irene sempat merasakan kecepatan 136 mil per jam sebelum akhirnya parasut terbuka.

Dalam video yang diunggah, tampak Irene mengenakan sweater rajut. Dia tersenyum saat hendak melompat keluar dari pesawat bersama Smith.
Sementara itu, teman, cucu-cucunya, dan keluarga menunggu Irene mendarat.
Irene mengatakan bukanlah pecandu adrenaline. " Sejauh yang saya ketahui, saya sama dengan orang lain, hanya orang normal," kata Irene.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya