Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seminar Nasional Majelis Nasional KAHMI Di UIN Syarif Hidayatullah (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Nama Lafran Pane cukup dikenal dalam sejarah pergerakan di Indonesia. Sosok aktivis ini dianggap sebagai peletak dasar gagasan dari pergerakan Islam nasionalis sehingga diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.
"Dia merupakan salah satu aktivis dan cendekiawan yang menjadi peletak dasar komitmen keindonesiaan dan keislaman," ujar Ketua Dewan Penasehat Majelis Nasional Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tanjung dalam seminar nasional bertajuk 'Lafran Pane: Peletak Dasar Islam Modernis di Indonesia' di Auditorium Harun Nasution Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Jawa Barat, Senin, 14 Desember 2015.
Selain dikenal sebagai pendiri HMI, Lafran Pane juga memiliki upaya membangun Islam yang toleran. Untuk itulah Akbar menyebut Lafran pantas mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
"Saya rasa, beliau banyak membawa semangat dan orientasi Islam yang toleran. Untuk itu, beliau tepat dan pantas dijadikan Pahlawan Nasional," jelasnya.
Senada dengan Akbar, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai langkah HMI untuk mengajukan tokoh pendirinya berada di jalur yang tepat. Sebab, dalam perjalanannya, Lafran terbukti mampu mengisi ruang kosong gerakan pemuda di eranya.
"Akar pemikiran Islam modern yang beliau gunakan mendorong umat Islam yang bergerak melawan penjajah. Dia tak berpolitik, tapi memiliki nasionalisme yang kuat," ungkap dia.
Sementara itu, meski nama Lafran Pane masih terdengar asing, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai upaya pengakuan Lafran patut didukung. Sebab, baginya, seorang yang berperan besar tak harus dikenal namanya.
"Ciri khas dari orang yang tawwadu itu nggak peduli itu terkenal atau enggak. Yang terpenting jasa-jasanya," jelas dia.
Lafran Pane merupakan sosok yang lahir pada 5 Februari 1922 di Kampung Pangurabaan, Sipirok, Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Dia merupakan adik dari dua sejarawan dan sastrawan terkenal di Indonesia, Sanusi Pane dan Armijn Pane.
Pada 5 Februari 1947, Lafran Pane bersama teman-temannya mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia, mempertinggi derajat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari