Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kemampuan pelajar Indonesia ternyata menempati peringkat cukup rendah di dunia dalam bidang matematika, sains, dan membaca. Hal ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam persaingan global.
Survei Program for International Student Assesment (PISA) 2018 menyatakan, Indonesia berada di urutan 71 dari 78 negara dengan kemampuan matematika, sains, dan membaca, pada pelajar usia 15 tahun. Dalam peringkat tersebut, Indonesia meraih skor 382.
Advisor Dana Cita, Gita Wirjawan, menyoroti hal ini. Menurut dia, Indonesia tergolong negara yang warganya sulit menjangkau pendidikan.
" Berdasarkan data, 39 persen anak di Indonesia tidak bisa menjalani pendidikan karena faktor keuangan, sulitnya kehidupan membuat anak mengesampingkan pendidikan," ujar Gita dalam Pameran Pendidikan Virtual Dana Cita yang digelar virtual, Kamis, 10 Oktober 2021.
Gita sangat menyayangkan fakta ini. Padahal, tambah dia, negara telah berkomitmen mengalokasikan 20 persen APBN dan APBD untuk dana pendidikan.
" Kurangnya kebijaksanaan Pemerintah atau penggunaan dana, target atau sasaran pelajar menjadi tidak terpenuhi," kata dia.
Gita berharap, ke depan Indonesia memiliki pemimpin yang peduli pada pendidikan, baik pusat maupun daerah. Sehingga peringkat Indonesia dapat meningkat pada bidang matematika, sains, dan membaca.

Advisor Danacita, Gita Wirjawan (Dream.co.i/Delfina Rahmadhani)
Selain itu, Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menyarankan anak-anak Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya untuk mengakses bantuan dari lembaga pembiayaan pendidikan.
" Daripada masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar 8 jam per hari untuk lihat hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu dengan sia-sia, lebih baik melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi," kata dia.
Co-Founder Dana Cita, Ketty Lie, menjelaskan Dana Cita merupakan yayasan yang berkomimen membantu para pelajar mengenyam pendidikan lebih tinggi. Para pelajar tidak perlu lagi merasa kesulitan meraih cita-cita mereka.
" Dana Cita juga siap menjadi jembatan untuk tujuan impian mereka," kata dia.
Menurut Ketty, sejak berdiri pada 2018, platform pembiayaan ini telah menjembatani ribuan pelajar melanjutkan pendidikan. Ke depan, pihaknya berharap dapat lebih banyak lagi membantu para pelajar untuk menempuh studi di 20 institusi pendidikan mitranya.

Co-Founder Danacita, Ketty Lie (Dream.co.id/Delfina Rahmadhani)
" Kita ada banyak mitra, dari pendidikan formal ada President University, Universitas Tarumanegara, dan lain-lain, dan untuk pendidikan informal ada English First dan lain-lain," kata dia.
Ketty mengajak para pelajar untuk bersama mengakses pembiayaan pendidikan yang disiapkan Dana Cita. Tidak ada syarat khusus untuk mengakses pembiayaan ini.
" Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan pembiayaan dana pendidikan, hanya saja harus sudah diterima resmi pada mitra-mitra Dana Cita," terang Ketty.
Laporan : Delfina Rahmadhani
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya