Gita Wirjawan: 39 Persen Anak Indonesia Tak Bisa Akses Pendidikan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 7 Oktober 2021 18:00
Gita Wirjawan: 39 Persen Anak Indonesia Tak Bisa Akses Pendidikan
Hal ini berpengaruh terhadap kemampuan SDM Indonesia.

Dream - Kemampuan pelajar Indonesia ternyata menempati peringkat cukup rendah di dunia dalam bidang matematika, sains, dan membaca. Hal ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam persaingan global.

Survei Program for International Student Assesment (PISA) 2018 menyatakan, Indonesia berada di urutan 71 dari 78 negara dengan kemampuan matematika, sains, dan membaca, pada pelajar usia 15 tahun. Dalam peringkat tersebut, Indonesia meraih skor 382.

Advisor Dana Cita, Gita Wirjawan, menyoroti hal ini. Menurut dia, Indonesia tergolong negara yang warganya sulit menjangkau pendidikan.

" Berdasarkan data, 39 persen anak di Indonesia tidak bisa menjalani pendidikan karena faktor keuangan, sulitnya kehidupan membuat anak mengesampingkan pendidikan," ujar Gita dalam Pameran Pendidikan Virtual Dana Cita yang digelar virtual, Kamis, 10 Oktober 2021.

Gita sangat menyayangkan fakta ini. Padahal, tambah dia, negara telah berkomitmen mengalokasikan 20 persen APBN dan APBD untuk dana pendidikan.

" Kurangnya kebijaksanaan Pemerintah atau penggunaan dana, target atau sasaran pelajar menjadi tidak terpenuhi," kata dia.

1 dari 2 halaman

Dorong Semakin Banyak Anak Kuliah

Gita berharap, ke depan Indonesia memiliki pemimpin yang peduli pada pendidikan, baik pusat maupun daerah. Sehingga peringkat Indonesia dapat meningkat pada bidang matematika, sains, dan membaca.

Gita Wiryawan© Dream.co.id

Advisor Danacita, Gita Wirjawan (Dream.co.i/Delfina Rahmadhani)

Selain itu, Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menyarankan anak-anak Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya untuk mengakses bantuan dari lembaga pembiayaan pendidikan.

" Daripada masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar 8 jam per hari untuk lihat hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu dengan sia-sia, lebih baik melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi," kata dia.

Co-Founder Dana Cita, Ketty Lie, menjelaskan Dana Cita merupakan yayasan yang berkomimen membantu para pelajar mengenyam pendidikan lebih tinggi. Para pelajar tidak perlu lagi merasa kesulitan meraih cita-cita mereka.

" Dana Cita juga siap menjadi jembatan untuk tujuan impian mereka," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Platform Pembiayaan Pendidikan

Menurut Ketty, sejak berdiri pada 2018, platform pembiayaan ini telah menjembatani ribuan pelajar melanjutkan pendidikan. Ke depan, pihaknya berharap dapat lebih banyak lagi membantu para pelajar untuk menempuh studi di 20 institusi pendidikan mitranya.

Ketty Lie© Dream.co.id

Co-Founder Danacita, Ketty Lie (Dream.co.id/Delfina Rahmadhani)

" Kita ada banyak mitra, dari pendidikan formal ada President University, Universitas Tarumanegara, dan lain-lain, dan untuk pendidikan informal ada English First dan lain-lain," kata dia.

Ketty mengajak para pelajar untuk bersama mengakses pembiayaan pendidikan yang disiapkan Dana Cita. Tidak ada syarat khusus untuk mengakses pembiayaan ini.

" Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan pembiayaan dana pendidikan, hanya saja harus sudah diterima resmi pada mitra-mitra Dana Cita," terang Ketty.

Laporan : Delfina Rahmadhani

Beri Komentar