Aksi `Rambo` Tentara Rusia Tewas Bersama ISIS

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 31 Maret 2016 10:03
Aksi `Rambo` Tentara Rusia Tewas Bersama ISIS
Tentara tersebut dikepung ISIS. Tidak ingin mati sia-sia, dia meminta pilot menjatuhkan bom di koordinat tempat dia terkepung.

Dream - Seorang tentara anggota pasukan khusus Rusia menjadi pahlawan setelah tewas bersama sejumlah anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Syam). Ini lantaran tentara itu beraksi sendirian, mirip tokoh Rambo dalam film Hollywood.

Tentara itu tengah bertugas melakukan pengintaian terhadap sejumlah tempat yang menjadi basis ISIS di dekat kota kuno Palmyra, Suriah. Dia membuat titik-titik koordinat yang akan menjadi target pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara.

Tetapi, aksi itu diketahui anggota ISIS yang seketika mengepung tentara tersebut. Tidak mau bertugas sia-sia, tentara itu meminta pilot untuk menjatuhkan bom di koordinat tempat dia terkepung. Alhasil, dia tewas bersama beberapa anggota ISIS.

" Seorang tentara pasukan operasi khusus Rusia tewas di dekat Palmyra saat melaksanakan misi khusus, mengarahkan serangan udara Rusia pada target kelompok ISIS," kata seorang juru bicara militer Rusia.

" Tentara itu sedang melakukan tugas di daerah Palmyra selama seminggu untuk mengidentifikasi target penting ISIS dan mengirimkan koordinat bagi pesawat penyerang Rusia," lanjut juru bicara tersebut.

Terkait insiden ini, Moskow tidak berkenan memberikan keterangan resmi.

Pekan lalu, media yang diduga mendukung ISIS melaporkan lima tentara pasukan khusus Rusia tewas di dekat Palmyra. Media itu mempublikasikan sejumlah foto di ponsel mereka dan sebuah video yang menunjukkan mayat-mayat berlumuran darah.

Tetapi, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah pasukan Rusia berpartisipasi dalam operasi pengintaian di Palmyra. " Operasi pengintaian selalu dilakukan oleh pasukan tentara Suriah," kata dia.

Tentara Suriah pada hari Kamis memasuki Palmyra, yang telah dikuasai oleh ISIS sejak Mei tahun lalu. Pertempuran sporadis masih berlangsung di kota kuno tersebut hingga saat ini.

Didukung pesawat tempur Rusia dan sekutu milisi setempat, tentara Suriah memasuki Palmyra setelah meluncurkan serangan mematikan awal bulan ini, kata Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah.

Kementerian pertahanan di Moskow mengatakan pesawat Rusia melakukan 146 serangan pada 'sasaran teroris' di wilayah Palmyra antara Rabu dan Minggu lalu.

(Ism, Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar