Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Memakamkan Sang Ibunda (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukan bakti terakhirnya untuk sang ibunda, Sudjiatmi Notomiharjo. Jokowi Mengenakan pakaian putih dan berpeci, Jokowi masuk ke liang lahat dan menyemayamkan jenazah sang ibund di pemakaman keluarga Mundu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis, 26 Maret 2020.
Dari foto milik Biro Pers Sekretariat Presiden, Jokowi masuk ke liang lahat ditemani dua orang pengurus makam. Jokowi juga turut menumpahkan tanah ke liang lahat menggunakan pacul.
Dilaporkan Merdeka.com, meski peti jenazah digotong sejumlah Paspampres, pemakaman Sudjiatmi digelar tanpa prosesi kenegaraan.
Di lokasi pemakaman, seluruh pelayat diminta mengikuti aturan jaga jarak. Para pelayat juga diminta mencuci tangan saat memasuki lokasi pemakaman

Presiden Jokowi memakamkan sang ibunda (Foto: Biro Pers Presiden)
Pelayat juga diminta menggunakan masker. Bahkan penyemprotan disinfektan pun tidak lupa dilakukan. Saat prosesi pemakaman, Gibran Rakabuming Raka tampak membawa foto sang nenek.
Makam ibunda Jokowi berada bersebelahan dengan sang suami, Wijiatno Notomiharjo.
Jokowi meninggalkan lokasi pemakaman pukul 13.50 WIB. Baju kemeja putihnya kotor akibat tanah kubur.
Usai pemakaman, Jokowi dijadwalkan akan mengikuti KTT G20 yang bertemakan penangan Covid-19. Konferensi ini akan digelar melalui tayanan virtual.
" Beliau tabah sekali dan tetap memikirkan urusan kerjaan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20 secara virtual usai prosesi pemakaman ibundanya, Sujiatmi Notomihardjo. Rencananya, KTT Luar Biasa itu digelar Kamis, 26 Maret 2020, pukul 19.00 WIB.
" Rencananya Presiden akan tetap hadir dan menyampaikan pandangannya dari Istana Bogor," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.
KTT Luar Biasa G20 itu akan membahas isu penting saat ini, pandemi virus corona, Covid-19. Pramono menyebut, meski sedang berduka, Jokowi tetap memikirkan pekerjaan.
" Semalam Mensesneg dan Saya (Seskab) mendampingi Bapak Presiden sampai jam 23.00 WIB. Beliau tabah sekali dan tetap memikirkan urusan kerjaan, terutama yang berkaitan dengan penanganan Covid-19," kata dia.
Rencananya, pemakaman Sujiatmi akan digelar di pemakaman keluarga di Mundu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis. 26 Maret 2020 pukul 13.00 WIB. Jokowi disebut telah meminta para menteri tetap di Jakarta dan fokus dalam tugasnya menangani virus corona.
Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomihardjo, tutup usia pada Rabu 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB di RST Slamet Riyadi, Solo. Sujiatmi mengembuskan napas terakhir pada usia 77 tahun karena sakit kanker yang telah diderita selama empat tahun.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Dream - Kabar duka datang dari keluarga Presiden Joko Widodo. Sang bunda, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia pada Rabu sore hari (25/3/2020).
Sujiatmi menghembuskan napas terakhir di Solo, Jawa Tengah. Almarhumah berpulang di usia 77 tahun. Kabar menyebar dari pesan berantai di aplikasi obrolan.
" Eyang Notomiharjo, Ibunda Bapak Presiden wafat di Solo pukul 16.45 WIB tadi. Mohon doanya semoga almarhumah husnul khotimah," begitu bunyi pesan yang diterima, seperti dilansir dari Liputan6.com.
Setelah itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan kabar duka tersebut melalui sambungan telepon yang diterima Liputan6.com.
Dream - Juru bicara presiden, Fadjroel Rahman menyebut bahwa Presiden Joko Widodo menyetujui peniadaan Ujian Nasional (UN) 2020.
Fadjroel mengatakan keputusan itu sebagai bentuk social distancing (pembatasan social) untuk merespons wabah Covid-19.

" Peniadaan UN menjadi penerapan kebijakan social distancing (pembatasan sosial) untuk memotong rantai penyebaran virus corona SARS 2 atau Covid-19," kata Fadjroel, Selasa, 24 Maret 2020.
Keputusan itu diambil setelah rapat terbatas terkait Ujian Nasional di tengah pandemi Covid-19. Keputusan peniadaan UN ini berlaku di tingkat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah pertama atau setingkat madrasah tsanawiyah, dan sekolah dasar atau setingkat madrasah ibtidaiyah.
" Kebijakan peniadaan UN perlu diikuti oleh partisipasi aktif warga, dalam penerapan perilaku social distancing, yaitu kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Abdul Mu`ti mengeluarkan usulan bernomor kop surat 003/PR/BSNP/III/2020 mengenai pembatalan Ujian Nasional 2020
" Demi kemaslahatan bangsa, terutama peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, BSNP sebagai badan mandiri dan independen yang berwenang menyelenggarakan Ujian Nasional (PP Nomor 19 Tahun 2005) mengusulkan kepada pemerintah agar Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 dibatalkan," kata Mu'ti.
Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya