Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

India Kunci Lockdown 21 Hari

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 26 Maret 2020 14:02
India Kunci Lockdown 21 Hari
Jangan percaya takhayul!

Dream - Perdana Menteri India, Narendra Modi mengumumkan karantina wilayah, atau lockdown, selama tiga pekan sejak Selasa, 24 Maret 2020. Upaya ini disebut sebagai langkah antisipasi penyebarah wabah corona.

Kebijakan karantina wilayah ini bersifat menyeluruh, mulai dari negara bagian hingga sembilan union territories.

" Menjaga jarak sosial merupakan satu cara untuk menghentikan sirkulasi infeksi," kata Modi, diakses India Times, Kamis, 26 Maret 2020.

Modi memastikan ketersediaan komoditas pokok selama masa karantina wilayah akan tetap berlangsung. Modi menyebut, proses karantina wilayah penting.

Tanpa adanya upaya tinggal di rumah, kata dia, negara akan mengalami kemunduran dan keluarga-keluarga akan hancur.

" Ini seperti pembatasan, dan jauh lebih ketat daripada 'Janata Curfew' (pada 22 Maret)," kata dia.

“ Melihat kondisi saat ini, penguncian ini akan berlangsung selama 21 hari. Ini untuk menyelamatkan India, menyelamatkan setiap warga negara dan menyelamatkan keluargamu. Jangan melangkah keluar rumah. Selama 21 hari, lupakan kegiatan di luar rumah," ucap dia.

1 dari 7 halaman

Karantina Wilayah Adalah Solusi

Modi juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara panik sebelum batas waktu tengah malam. Pemerintah akan mengeluarkan pemberitahuan yang mengatakan semua layanan penting akan tetap terbuka, seperti komoditas dan obat-obatan penting akan tersedia.

Bank, ATM, pompa bensin, rumah sakit dan toko kelontong akan terus berfungsi. Tetapi, semua layanan transportasi, udara, kereta api dan jalan raya, akan ditangguhkan hingga 14 April 2020.

Modi mengakui, karantina wilayah ini akan menjadi masa sulit bagi warga yang tak mampu. Tetapi, kata dia, wabah telah menyebar seperti `api yang membakar`.

Dia merujuk pada pengalaman beberapa negara dan mengatakan bahkan negara maju dengan infrastruktur medis terbaik belum mampu memperlambat penyebaran.

Satu-satunya harapan, lanjut dia, adalah contoh dari beberapa yang berhasil memperlambat penyebarannya dengan menerapkan karantina wilayah.

Selain karantina wilayah, India juga berniat membangun fasilitas pengujian virus corona, peralatan pelindung pribadi, tempat tidur, ventilator dan infrastuktur lain senilai, Rs15 ribu crore, setara Rp3,2 triliun.

“ Saya telah meminta negara bahwa prioritas pertama haru sektor kesehatan. Saya puas bahwa sektor swasta kami juga berdiri dengan negara, baik rumah sakit swasta dan laboratorium,” kata dia.

" Juga, jangan mendengarkan desas-desus karena mereka menyebar dengan cepat. Selamatkan dirimu dari takhayul dan jangan minum obat apa pun tanpa saran dokter. Kesalahanmu dapat membuat hidupmu lebih berbahaya."

2 dari 7 halaman

Cerita Wanita Hamil Positif Covid-19 Pasang Oksigen Sendiri Saat Dikarantina

Dream - Kerajaan Malaysia memutuskan untuk melakukan lockdown sejak 18 Maret hingga 31 Maret 2020. Keputusan dibuat karena lonjakan pasien positif virus corona baru, Covid-19, yang sudah mencapai ratusan orang.

Selain menutup sementara akses keluar masuk masyarakat, Malaysia juga melarang warga beraktivitas dan berkumpul di tempat umum. Termasuk aktivitas keagamaan, hiburan, sosial, dan budaya.

Hingga 20 Maret 2020, jumlah kasus Covid-19 di Malaysia telah menyentuh 1.000 lebih. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 mencapai 87 kasus.

Salah satu pasien corona yang sembuh dari Covid-19 adalah seorang wanita yang sedang hamil tiga bulan bernama Farah Salwani.

Melalui akun media sosial, dia menceritakan pengalamannya menjalani karantina di Rumah Sakit Kuala Lumpur selama 12 hari.

3 dari 7 halaman

Tes Swab Lima Kali

Begitu statusnya ditetapkan sebagai orang dalam pengawasan (ODP), Farah menjalani tes swab sebanyak lima kali. Tes swab terhadap lendir di tenggorokan dan hidung ini akan menentukan apakah pasien negatif atau positif Covid-19.

Farah mengatakan dua tes swab pertama dia masih negatif. Tapi tiga tes swab berikutnya dia dinyatakan positif Covid-19. Farah pun dimasukkan dalam ruang isolasi dan dikarantina.

Selama menjalani isolasi, Farah mengaku tidak diberikan obat apapun. Dokter hanya melakukan pemeriksaan suhu badan dan tekanan darah. Selain Farah, keluarga yang di rumah pun juga menjalani pemeriksaan.

Syukurlah, mereka semua negatif dan hanya menjalani karantina di rumah.

4 dari 7 halaman

Sendirian di Ruang Isolasi

Farah mengatakan dia sendirian di ruang isolasi. Semua pintu dan jendela tertutup rapat. Hanya ada AC sebagai pengatur sirkulasi udara. Tidak boleh sembarang orang lewat apalagi pengunjung, hanya dokter dan perawat.

Kalau ada yang mengantar barang, hanya boleh sampai di depan pintu. Perawat yang akan mengambilkan juga harus menggunakan alat pelindung diri lengkap.

Selama di ruang isolasi, Farah mengaku nafsu makannya menurun.

5 dari 7 halaman

Memasang Oksigen Sendiri

Akibat Covid-19, Farah mengaku napasnya menjadi sesak padahal sebelumnya tidak punya riwayat penyakit pernapasan.

Dia harus belajar memasang alat pernapasan sendiri dan mengatur tabung oksigen sendiri, dari perawat yang menanganinya.

Dia harus melakukannya sendiri karena terbatasnya jumlah tenaga medis saat ini.

6 dari 7 halaman

Tidak Ada Vaksin atau Obat Penawar Covid-19

Farah mengatakan hingga saat ini tidak ada vaksin, antibiotik atau obat penawar Covid-19. Kalau demam di atas 38,5 derajat Celcius, dokter beri paracetamol. Jika pasien sesak dokter akan pasang oksigen. Intinya, rumah sakit hanya memantau kondisi pasien agar tidak tambah menjadi buruk. Yang bisa melawan virus corona ini hanyalah antibodi atau imun dalam tubuh kita sendiri.

Gejala Covid-19 Tergantung Imun Masing-masing

Banyak yang tanya tentang gejala Covid-19. Farah menjelaskan bahwa gejalanya tergantung pada imun masing-masing. Ada yang terlihat sehat dan tidak mengalami demam tapi ternyata positif.

Kalau Farah dia awalnya demam tinggi tiga haru berturut-turut tapi setelah itu turun. Tapi tetap saja waktu menjalani tes swab dia dinyatakan positif Covid-19.

7 dari 7 halaman

Tips Terhindar dari Covid-19

Farah mengatakan jika kamu tidak punya riwayat kontak dengan orang positif Covid-19 atau tak memiliki gejalanya, sebaiknya tidak usah pergi ke rumah sakit. Selain itu tidak usah menghadiri rapat atau event, tidak usah berjabat tangan untuk menghindari kontak dengan orang lain. Farah juga menyarankan untuk bekerja dari rumah agar terjadi kontak dengan orang-orang yang mungkin tertular Covid-19.

Alhamdulillah, Farah sekarang benar-benar sehat dan telah diizinkan untuk meninggalkan rumah sakit. Sejak itu, rumah Farah pun disemprot disinfektan untuk membersihkan virus corona yang mungkin masih menempel di setiap sudut rumahnya.

(Sah, Sumber: Lobak Merah)

Beri Komentar