Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Puskesmas Using (merdeka.com)
Dream - Proses renovasi tujuh Pusat Kesehatan Masyarat (Puskesmas) telah rampung dijalankan Pemkab Banyuwangi. Tujuh puskesmas itu dirancang menggunakan arsitektur khas Suku Using, yaitu Puskesmas Gitik, Gladag, Benculuk, Kedungrejo, Kalibaru Kulon, dan Songgon.
" Ini merupakan hasil dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat. Total dana yang digunakan sebesar Rp 8,5 miliar. Ini bukan hanya soal arsitekturnya, tapi fungsinya dalam memperkuat layanan kesehatan di tingkat primer, yakni puskesmas," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dikutip dari merdeka.com.
Bagi Banyuwangi, kata Anas, Puskesmas adalah 'penjaga gawang' kesehatan masyarakat karena fungsinya sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Prinsip inilah yang membuat ruangan Puskesmas dibuat fungsional dan bisa mendukung seluruh aktivitas.
Renovasi dijalankan dalam bentuk pembenahan ruang rawat jalan, poli gizi, ruang kesehatan ibu dan anak, klinik sanitasi, hingga pojok gizi. Proses renovasi tidak dijalankan secara sembarangan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan ruangan.
" Salah satunya kami atur desainnya. Prototipe arsitektur bangunan khas Using ini juga cocok untuk bangunan kesehatan karena memiliki sirkulasi udara yang bagus. Saya kira ini kearifan lokal yang luar biasa dari masyarakat kita," kata Anas.
Pemkab Banyuwangi juga menganggarkan dana melengkapi sarana puskesmas yang lain. Selain dari pemenuhan tenaga medis, dan kelengkapan alat kesehatan di puskesmas sehingga penanganan sejumlah penyakit dasar bisa dilayani dengan baik.
“ Kami ingin agar masyarakat tidak sedikit-sedikit ke rumah sakit, namun cukup ke puskesmas saja karena puskesmas terus kami lengkapi," jelas Anas.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menambahkan, kinerja puskesmas terus meningkat. Dari data Dinkes, persentase surat rujukan ke rumah sakit yang dikeluarkan puskesmas di Banyuwangi hanya 5 persen.
" Bila pemerintah secara nasional mengamanatkan 10 persen, kami sudah mampu menekannya hingga 5 persen. Artinya, hampir semua pasien tertangani di Puskesmas. Kalau pun dirujuk ke rumah sakit, memang di luar kategori 155 penyakit yang ditangani di Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama," ujar Rio.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya