Aksi Wanita Misterius Bawa Tas Ransel di Depan Bawaslu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 23 Mei 2019 14:56
Aksi Wanita Misterius Bawa Tas Ransel di Depan Bawaslu
Perempuan itu berjalan menembus gas air mata yang dilontarkan polisi.

Dream - Rabu 22 Mei 2019 malam, ketika aparat kepolisian tengah memukul mundur massa, tiba-tiba ada seorang wanita berpakaian serba hitam melintas sembari membawa tas ransel.

" Ada ibu-ibu bawa tas ransel itu," teriak suara dari dalam mobil komando polisi semalam.

Perempuan itu berjalan menembus serbuan gas air mata yang dilontarkan polisi.

Tak lama kemudian, wanita itu langsung diamankan polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, wanita itu diketahui berinisial DMR.

" Dia ibu rumah tangga," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 23 Mei 2019.

Argo menuturkan, wanita tersebut diduga mengalami gangguan jiwa. Meski demikian, polisi masih melakukan pemeriksaaan lebih lanjut.

" (Sedang) dilakukan pendalaman," ucap dia.

1 dari 7 halaman

5 Pemandangan Haru di Balik Ricuhnya Aksi Demo 22 Mei

Dream - Aksi demonstrasi 22 Mei 2019 yang semula berjalan damai berujung ricuh di beberapa titik di ibukota. Aksi lempar batu dan pelemparan petasan dari oknum peserta aksi massa dilakukan ke arah petugas keamanan.

Sejak Selasa, 21 Mei 2019, polisi tak henti berjaga sekaligus mengamankan beberapa objek vital dari aksi perusuh yang menyelinap di balik massa aksi 22 Mei. Gedung Bawaslu hampir setiap sore menjadi pusat konsentrasi masa dan aparat keamanan.

Seperti peserta aksi, aparat keamanan yang berjaga sejak tiga hari yang lalu juga memiliki kehidupan yang sama. Mereka juga bisa merasakan lelah setelah mengamankan massa dari aksi para perusuh.

Momen-momen manusiawi dari para penjaga keamanan aksi 22 Mei 2019 itu tertangkap oleh bidikan kamera fotografer dan media. Di balik kerusuhan yang sering kali terjadi tak terduga itu, masih banyak pemandangan haru yang menggetarkan hati.

Berikut beberapa penampakannya:

2 dari 7 halaman

Tak Lupa Sholat

1. Video Call Dengan Buah Hati

 Foto Haru

(Foto: instagram.com/masagungwilis/sry)

Inilah salah satu foto yang viral di media sosial. Tampak lelah, salah seorang petugas Brimob tertidur sambil duduk di punggung temannya. Sementara petugas satunya terlihat sedang melakukan video call menyapa sang buah hati di layar ponsel.

2. Sholat berjamaah para polisi

 Polisi Solat

(Foto: merdeka.com/Arie Basuki)

Meski sedang melaksanakan tugas, polisi yang menjalankan ibadah puasa juga tetap menunaikan salat Maghrib berjamaah di pinggir jalan.

3 dari 7 halaman

Tertidur dan Melepas Lelah

3. Tertidur

 Polisi Tidur

(Foto: merdeka.com/Arie Basuki)

Rasa lelah bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Tak pedulu dimana berada, dia akan merebahkan badan demi mendapatkan kembali energi.

Potret inilah yang tertangkap dari foto seorang seorang polisi yang tampak kelelahan dan tertidur pulas di flyover Slipi, Jakarta.

4. Wajah Lelah

 Polis

(Foto: merdeka.com/Arie Basuki)

Wajah lelah para polisi yang telah bertugas sedari kemarin memang terlihat dengan jelas. Terlebih mereka tetap harus menjaga keamanan dan mengerahkan tenaganya ketika sedang berpuasa.

 

4 dari 7 halaman

Bunga untuk Ibu Peserta Aksi 22 Mei

 Polis

(instagram.com/ini_polisi/sry)

Melawan amarah dengan sikap romantis, polisi ini menawarkan bunga ke salah seorang ibu-ibu yang mengepalkan tangan padanya.

5 dari 7 halaman

Tersangka Kerusuhan 22 Mei Ajak Anggota Grup WhatsApp Serang Jokowi di Johar

Dream - Polisi sudah menetapkan 257 tersangka dari tiga lokasi kerusuhan di Jakarta. Dari salah satu tersangka polisi menemukan perbincangan di grup aplikasi pesan WhatsApp yang berisi pesan provokatif.

" Di belakang saya ini, ada tersangka provokator. Dia menggugah kata-kata di WhatsApp grup," ujar Kapala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 22 Mei 2019.

Provokator itu, lanjut Argo, mengirim kata-kata provokatif ke grup WhatsApp yang berisi yakni, "  Persiapan Buat Perang, yang Lain Mana?" . Ada pula, kata Argo, pesan seperti, "  Rusuh Sudah Sampai Tanah Abang kok, Sudah Sampai Bakar-bakaran."

Ada juga kata-kata provokatif lainnya yakni, "  Ngga Bisa Lewat ke Tanah Abang udeh Ditutup Jalannye," juga pesan yang tak kalah provokatif lainnya, "  Live Kompas, Jokowi di Johar, Ayo Kita Serang."

" Jadi dia mengajak, di WhatsApp grup menyampaikan. Sudah jelas disini untuk mengajak," ujar Argo lagi.

Untuk diketahui, Jokowi diketahui mendeklarasikan kemenangannya di kawasan deret, kawasan Johar, Jakarta, pada 21 Mei 2019. Jokowi hadir bersama pasangannya, wakil presiden terpilih, KH Maruf Amin. 

Sebelumyna disampaikan, sebanyak 257 tersangka itu dibekuk dari tiga lokasi berbeda yakni di sekitar gedung Bawaslu sebanyak 72 tersangka, dari kawasan Petamburan sebanyak 156 tersangka, dan lokasi di Gambir sebanyak 29 tersangka. (ism)

6 dari 7 halaman

Ini Grand Design Dalang Kerusuhan 22 Mei

Dream - Polri menduga aksi-aksi kerusuhan setelah demo damai di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merupakan rancangan pihak tertentu. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya senjata api ilegal beserta amunisinya ke Tanah Air.

  Kerusuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat

" Ini senjata panjang jenis M4 yang dilengkapi peredam. Jadi kalau ditembakkan suaranya tidak kedengaran. Juga dilengkapi tanpa pisir (alat pembidik). Ini artinya bisa dipakai untuk teleskop untuk sniper," terang Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam keterangan pers bersama di Kantor Kemenko Polhukam, JakartaPusat, Rabu 22 Mei 2019.

Tito menyebut polisi tak cuma menemukan senjata api jenis M4 tapi juga senjata revolver Taurus, pistol Glock 22, dan 2 dus peluru yang berisi sekitar 60 butir.

Sebanyak tiga orang ditangkap atas kepemilikan senjata-senjata api berikut amunisinya. Salah satu yang dibekuk yakni mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) TNI Soenarko.

Lalu, apa rencana para pelaku kerusuhan dengan kepemilikan senjata api yang begitu berbahaya itu? Tito menyebut ada design besar untuk menyudutkan aparat Polri dan TNI sehingga menjadi tertuduh pelaku penembakan.

" Kami mendapat info akan ada rencana aksi 22 Mei. Akan ada aksi penembakan termasuk penembakan terhadap massa supaya nanti diciptakan martir. Seolah-olah yang melakukan penembakan adalah dari aparat. Sehingga, timbul kemarahan publik menjadi martir untuk pembenar langkah-langkah berikutnya," jelas Tito.

Tito menekankan, massa yang melakukan aksi damai di Bawaslu kemarin siang berbeda dengan massa yang melakukan kerusuhan malam harinya. Massa yang aksi damai di Bawaslu sudah membubarkan diri saat Maghrib tiba.

" Tapi sekitar pukul 23.00, ada massa sekitar 300-400 orang mendatangi Bawaslu dari arah Tanah Abang dan langsung melempari anggota yang ada di sana dengan alat-alat yang membahayakan. Seperti batu besar, sampai ke conblock, bom molotov dan juga petasan," jelas Tito yang didampingi Menko Polhukam Wiranto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (ism)

7 dari 7 halaman

Wiranto: Kami Tahu Dalang Kerusuhan 22 Mei

Dream - Wiranto mengaku telah mengetahui dalang kerusuhan Jakarta pada 22 Mei 2019. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, itu memastikan intelijen sudah mengetahui perkembangan situasi sebelum dan sesudah Pemilu 2019.

" Kalau saudara-saudara jeli, mengamati berbagai kasus yangg terjadi, ada keterkaitan kasus satu dengan yang lain," kata Wiranto di kantornya, Jakarta.

Berdasarkan pengamatan tersebut, Wiranto mengklaim telah mengetaui dalang kerusuhan tersebut. Namun hingga saat ini pemerintah masih melakukan kajian yang lebih mendalam.

" Jangan dikira kita belum tahu, tapi ada hal-hal menyangkut hukum, ada prosedur-prosedur yang harus kita taati," tambah dia.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone