Berada di Jakarta Selatan, Begini Penampakan Rumah Mewah Tempat Warga Isoman

Reporter : Putu Monik Arindasari
Sabtu, 10 Juli 2021 16:31
Berada di Jakarta Selatan, Begini Penampakan Rumah Mewah Tempat Warga Isoman
Hartoyo, merelakan rumah mewahnya dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga yang terpapar Covid-19.

Dream - Dampak buruk yang timbul akibat pandemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk saling bahu-membahu menolong sesama. Seperti yang dilakukan oleh seorang pemilik rumah mewah di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Hartoyo, merelakan rumah mewahnya dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga yang terpapar Covid-19. Kini, rumah seluas 3000 m2 itu tengah digunakan untuk isolasi mandiri 22 warga. Jika dilihat dari depan, rumah milik Hartoyo itu tampak sangat luas dan megah. Halamannya pun tampak bersih dan terawat.

Rumah Mewah Tempat Isoman© Youtube Liputan 6 SCTV

" Nah yang punya rumah ini kebetulan mengizinkan, saya jadikan tempat isolasi mandiri bagi yang terpapar virus Covid-19. Ini hal yang luar biasa karena tadinya saya sudah hopeless," ujar ketua RW setempat, Punjul Budiono.

1 dari 6 halaman

Rumah Mewah Tempat Isoman© Youtube Liputan 6 SCTV

Tak hanya dipakai sebagai tempat isolasi mandiri, bagian rumah yang belum terpakai juga digunakan sebagai tempat tes swab serta pelacakan mandiri bagi warga sekitar. Meski dengan kondisi serba mandiri, tetapi setiap hari petugas puskesmas datang mengecek kesehatan warga.

Melihat unggahan video tersebut, para netizen langsung memberikan respon positif. Banyak netizen yang mendoakan pemilik rumah berhati mulia tersebut.

" Salut dengan pemilik rumah ini semoga Allah membalas kebaikan anda sang pemilik rumah," komentar Alip Budiman.

" Begitu besar ketulusan pemilik rumah ini, semoga Allah balas semua kebaikan nya," ujar Lutfi Ningsih.

" Masya Allah..... Semoga pemilik rumah selalu dilimpahkan kabaikan oleh Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alamin," tutur Deka.

 

3 dari 6 halaman

Ini Prosedur dari Kemenkes Agar Aman Isolasi Mandiri

Dream - Indonesia tengah mengalami gelombang ke dua penularan Covid-19. Terjadi lonjakan kasus yang sangat tinggi dalam sebulan terakhir.

Kondisi ini menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit meningkat. Akibatnya, banyak pasien yang tidak bisa mendapat ruang perawatan.

Rumah sakit pun terancam kolaps. Jumlah tenaga kesehatan dan ruangan tidak sebanding dengan jumlah pasien Covid-19.

Rumah sakit pun harus memprioritaskan pasien dengan gejala berat dan sedang. Sebab, pasien dengan kategori ini harus segera mendapat pertolongan.

Sementara untuk pasien gejala ringan ataupun tanpa gejala dapat menjalankan isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas karantina terpusat. Mereka diharuskan berada di rumah dalam jangka waktu tertentu sampai benar-benar pulih.

4 dari 6 halaman

Ada Yang Meninggal Saat Isoman

Tetapi, ada juga orang yang memilih isolasi mandiri. Tentunya, pilihan itu dijalankan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Banyak kasus isolasi mandiri yang berujung pada kematian. Penyebabnya bermacam, mulai dari tidak mendapatkan tempat perawatan hingga komunikasi yang buruk.

Laman laporcovid19.org mencatat sebanyak 265 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah meninggal. Kasus kematian ini terjadi dalam kurun waktu Juni hingga 2 Juli 2021.

Data tersebut didapat berdasarkan hasil penelusuran di media sosial, pemberitaan online, serta laporan langsung warga. Para korban meninggal ketika sedang mencari fasilitas kesehatan atau menunggu antrean di IGD.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan panduan pelaksanaan isolasi mandiri. Panduan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4641/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina, dan Isolasi Dalam Pencegahan Covid-19.

5 dari 6 halaman

Ketentuan Kemenkes

Dalam panduan itu membedakan antara karantina dan isolasi. Pembedaan ini digunakan agar langkah antisipasi dapat dijalankan masyarakat sebelum mengalami gejala.

Aturan karantina wajib dilakukan masyarakat sejak diidentifikasi sebagai kontak dekat atau memenuhi kriteria suspek. Karantina dimulai tidak lebih dari 24 jam setelah teridentifikasi sebagai kontak dekat dari kasus terkonfirmasi.

Karantina dinyatakan selesai setelah exit test di hari kelima dengan hasil negatif. Jika hasil positif, maka yang bersangkutan dinyatakan sebagai kasus terkonfirmasi Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri.

Isolasi mulai dijalankan kurang dari 24 jam setelah seseorang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Isolasi harus memenuhi syarat klinis dan syarat rumah.

Syarat klinis yaitu:

- Berusia kurang dari 45 tahun,
- Tidak memiliki komorbid, dan
- Tanpa gejala atau bergejala ringan.

Kemudian syarat rumah yaitu:

- Dapat tinggal di kamar terpisah,
- Ada kamar mandi di dalam rumah,
- Jika syarat rumah tidak terpenuhi, maka kontak dekat yang tidak perlu mendapat perawatan rumah sakit dapat menjalani karantina shelter karantina desa/kelurahan.
- Jika orang satu rumah merupakan kontak dekat kasus terkonfirmasi, maka dapat melakukan karantina di rumah,
- Jika syarat rumah tidak terpenuhi, kasus terkonfirmasi dapat menjalani isolasi di shelter isolasi desa/kelurahan.
- Jika orang satu rumah terkonfirmasi Covid-19, maka dapat menjalani isolasi di rumah.

6 dari 6 halaman

Kriteria Rumah Untuk Isoman

Sebelum rumah digunakan untuk isolasi, terdapat beberapa syarat harus dipenuhi. Ini agar pasien aman menjalankan isolasi mandiri dan tidak menularkan kepada yang lain.

- Ventilasi dan pencahayaan yang baik

- Kamar mandi terpisah jika tidak tersedia, lakukan disinfeksi rutin permukaan yang sering disentuh

- Gunakan alat makan/minum/mandi terpisah

- Kamar tidur terpisah

- Hindari kontak dengan orang lain serta tidak bepergian dan tidak menerima tamu

- Gunakan masker dengan benar

- Cuci tangan dengan sabun

- Jaga jarak

- Disinfektan/bersihkan permukaan dengan disinfektan secara berkala

- Tangani sampah dengan hati-hati

- Lakukan pemantauan gejala harian

- Koordinasi dengan puskesmas

- Jika muncul gejala atau semakin parah, lapor petugas

- Orang yang merawat perhatikan protokol kesehatan 3M.

Beri Komentar