Bikin Nangis, Cerita Ibu Masuk Kamar yang 19 Tahun Tak Pernah Berani Didatangi

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 28 Juni 2020 19:04
Bikin Nangis, Cerita Ibu Masuk Kamar yang 19 Tahun Tak Pernah Berani Didatangi
Dia tak kuasa untuk masuk ke kamar itu. Ternyata kisah di dalamnya membuat sedih.

Dream - Pandemik Covid-19 yang menyerang Jepang beberapa waktu lalu membuat seorang ibu untuk pertama kalinya membersihkan kamar putrinya yang kosong hampir selama 19 tahun. Bukan karena malas, ibu itu tak kuasa untuk masuk ke kamar bekas mendiang putrinya.

Yuki Tsukamoto, nama ibu tersebut merupakan seorang warga yang tinggal di Takarazuka, Prefektur Hyogo, Jepang. Dia selama ini merasa takut untuk masuk dan membersihkan satu kamar di rumahnya.

Pandemik Covid-19 yang membuat orang harus memastikan seluruh ruangan bebas dari virus, memaksa Yuki memberanikan diri masuk ke kamar putrinya.

Selama bertahun-tahun, wanita 53 tahun ini hanya berdiri setiap kali berada di depan kamar yang terletak di lantai dua tersebut.

Mengutip laman Asahi Simbun seperti dilaporkan Liputan6.com, Yuki tak berani masuk karena kamar itu masih berisi barang-barang milik Kana, putri sulungnya yang meninggal 19 tahun silam.

 

1 dari 2 halaman

Kana adalah satu dari 8 korban pembunuhan di Sekolas Dasar Ikeda, Prefektur Osaka.

Pada tahun 2020 ini dimana muncul fenomena pandemi Corona Covid-19, segalanya terasa berbeda bagi Tsukamoto. Perlahan-lahan, dirinya mulai berani melakukan hal yang selama ini tak mampu ia lakukan. Ia membersihkan buku-buku, aksesoris, pakaian, foto, dan mainan yang mulai usang di ruangan itu.

Tsukamoto mengatakan keinginan untuk membersihkan kamar Kana sebetulnya sudah sejak lama muncul. Tetapi ia selalu mengurungkan niatnya karena tak bisa melupakan rasa kehilangan putrinya itu.

Pandemi virus Corona Covid-19 telah membuka pikiran wanita yang bekerja menjadi pengasuh di pusat penitipan anak dengan sebuah pertanyaan, 'Jika saya meninggal karena Covid-19, siapa yang akan mengurus barang-barang Kana?', dikutip dari The Asahi Shimbun.

Selain itu, Tsukamoto tidak ingin barang-barang putrinya itu disentuh orang lain. Untuk mengurangi kesedihannya, Tsukamoto membuang sebagian barang-barang milik Kana. Dia hanya menyisakan piyama yang dipakai Kana di pagi hari sebelum terbunuh. Selain piyama, meja belajar dan kursi milik Kana tetap disimpan oleh Tsukamoto dan sekarang dipakai anak laki-lakinya.

 

2 dari 2 halaman

Pembunuhan Keji di SD Ikeda 19 Tahun Silam

Kenangan tentang Kana membuat Tsukamoto tenggelam dalam kesedihan saat mulai memutuskan untuk membersihkan kamar tersebut.

Pada tanggal 8 Juni 2001, terjadi kasus dimana seorang pria memasuki sekolah dasar dengan pisau. Pria itu menebas dan menikam siapa saja yang ada di hadapannya.

Tujuh anak perempuan kelas dua dan satu anak laki-laki kelas satu terbunuh. Selain itu, 15 siswa dan guru terluka. Kana yang saat itu masih berusia 7 tahun, menjadi salah satu korban dan meninggal dunia. Pelaku pun akhirnya dihukum mati pada 2004.(Sah)

Beri Komentar