6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Foto: Courtesy Of By The Way (Oddity Central)
Dream - Seorang wanita asal Rusia bernama Nadezhda Bushueva tak pernah menginjakkan kaki ke luar rumah selama 26 tahun. Ia dikurung karena ibunya yang terlalu protektif.
Dilansir dari Oddity Central, wanita berusia 42 tahun itu tinggal bersama ibunya di Arefinsky, sebuah desa bagian barat Rusia. Nadezhda dikurung di rumah sejak masih berusia 16 tahun.
Sang ibu mengisolasi putrinya denga alasan untuk 'melindunginya dari bahaya di luar rumah'.
Menurut pengakuan para tetangga, ibu Nadezhda yang bernama Tayana bertindak semakin protektif sejak ia pensiun bekerja.

Foto: YouTube ?????? ??????? ??????? ????????? (Oddity Central)
Tayana sudah mulai menunjukkan sikap posesif sejak Nadezhda menduduki kelas 2 SMP. Ia kerap melarangnya untuk pergi bersekolah.
Selama dikurung, Nadezhda tidak mencuci rambutnya hingga 12 tahun. Ia bahkan tak mengganti bajunya dalam waktu cukup lama. Kendati demikian, Nadezhda bersikeras mengatakan bahwa ia baik-baik saja.
Tak ada yang paham bagaimana Nadezhda dapat menerima tindakan tindakan sang ibu. Namun pada akhirnya, Nadezhda terpaksa harus pergi keluar rumah karena ibunya sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut pengakuan warga sekitar, Nadezhda keluar rumah dengan tampilan seperti tidak pernah mandi. Ia juga menolak untuk mengubah gaya hidupnya. Nadezhda tidak ingin bekerja dan merasa nyaman dengan kehidupannya.
" Memangnya kenapa kalau ada kucing yang mati di atas sofa? Mungkin saya akan mati di sofa ini juga. Hidup saya lebih buruk daripada kucing. Seekor kucing memiliki banyak hal. Saya tidak hidup, bahkan tidak ada. Saya orang mati yang berjalan," ujar Nadezhda.

Foto: Courtesy of By the Way (Oddity Central)
Direktur Layanan Jaminan Sosial wilayah Vachsky, Larisa Mikheeva mengatakan bahwa pihak berwajib juga tidak bisa bertindak jika Nadezhda terus menolak bantuan mereka.
" Dia tidak cacat, tidak juga memiliki penyakit mental. Seseorang harus secara sukarela untuk menerima layanan sosial. Jika mereka tidak mengambil keputusan, kami tidak dapat memaksa mereka secara hukum," ujar Larisa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
