AHY Kenang Sang Ibu Pernah Melepasnya dengan Air Mata

Reporter : Nur Ulfa
Selasa, 4 Juni 2019 10:31
AHY Kenang Sang Ibu Pernah Melepasnya dengan Air Mata
Bagi Agus, Ani Yudhoyono banyak memberikan ilmu untuknya.

Dream - Kepergian Ani Yudhoyono memberikan luka dalam bagi seluruh keluarganya. Termasuk anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyoni. Dalam akun instagramnya, Agus bercerita kenangan manis yang dimilikinya bersama sang ibu.

Ia menceritakan bagaimana Ani mendukungnya untuk menjadi seorang tentara. Mulai dari ia duduk disekolah menengah keatas.

" Dear Memo, dulu engkau, meski dengan tetesan air mata. Melepas aku dengan ikhlas kepada negara dan ibu pertiwi. Sejak aku diterima di SMA Taruna Nusantara, Magelang," kata Agus dilengkapi foto bersama Ani dan SBY/

Menurut Agus, semenjak ia menjadi seorang TNI, Ani Yudhoyono selalu memberikan ilmu yang tak pernah ia terima saat bersekolah meniadi seorang TNI.

" Dalam kehidupan Prajurit, meski waktunya sangat tersita untuk berbakti kepadamu. Aku jadi lebih banyak belajar tentang nilai perjuangan dan pengabdian. Dan engaku selalu engkau contohkan dalam kehidupan," ungkapya.

 

1 dari 5 halaman

Sang Ibu Gembleng Kepribadiannya

Selain itu kata dia Ani juga mengajarkan bagaimana menjadi seseorang yang memiliki kepribadian yang baik.

"Berani membela dan menyuarakan kebenaran, berani menghadapi kehidupan penuh tantangan," imbuhnya.

      View this post on Instagram

A post shared by Agus Yudhoyono (@agusyudhoyono) on

Melihat sang ibunda banyak memberikan ilmu yang demikian, Agus mengaku ikhlas atas kepergian Ani Yudhoyono. Dan ia akan terus menerapkan ilmu yang diberikan Ani.

"Meski engkau telah tiada. Insyallah nilai-nilai yqng kau wariskan akan tetap hidup sepanjang usiaku di dunia ini, selamat jalan Memo, I Love You and I Will forever miss You," katanya.

 

2 dari 5 halaman

Kain Batik Hitam Penutup Jenazah Ani Yudhoyono Disiapkan untuk Seragam Lebaran

Dream - Kain hitam bermotif batik cokelat dan putih yang digunakan untuk menutup jenazah Ani Yudhoyono menyimpan kisah. Rupanya, kain batik tersebut sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk dipakai sebagai seragam Lebaran keluarga Yudhoyono.

" Ibu Ani punya tradisi di keluarganya bagus sekali. Kalau mau bersama anak dan cucunya setiap Lebaran itu seragam. Kemarin memang Bu Ani merancang agar Lebaran di NUH dengan seragam yang sama, warna hitam itu," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, dikutip dari Merdeka.com, Senin 3 Juni 2019.

 Kain Batik Hitam Penutup Jenazah Ani Yudhoyono Disiapkan untuk Seragam Lebaran

Menurut Andi, Ibu Ani ingin merayakan hari raya Idul Fitri menggunakan batik hitam di rumah sakit bersama keluarga. Namun, Tuhan punya takdir lain untuk putri Sarwo Edhie Wibowo tersebut.

" Jadi ingin dirayakan di rumah sakit bersama suami, anak dan cucunya. Tidak kesampaian Ibu Ani tanggal 1 Juni pergi dan jenazah akhirnya diselimuti oleh batik. Jadi sebenarnya itu dengan batik," terangnya.

Ani Yudhoyono meninggal dunia di National University Hospital Singapura pada Sabtu 1 Juni 2019. Ibu Ani wafat setelah dirawat untuk pengobatan kanker darah. Jasad Ibu Ani dimakamkan di taman Makam Paahlawan Kalibata, Minggu 2 Juni 2019.

3 dari 5 halaman

Ani Yudhoyono Datangi Annisa Pohan, Pamit

Dream - Kabar meninggalnya Ani Yudhoyono tidak hanya menjadi duka keluarga saja. Tapi juga masyarakat Indonesia. Istri Presiden ke enam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, itu wafat di Singapura pada Sabtu 1 Juni 2019.

Sebelum Ibu Ani meninggal dunia, sang menantu, Annisa Pohan, mengaku memiliki firasat. Dia mengatakan, sang ibu mertua --yang karib disapa Memo-- pamit melalui mimpinya pada Kamis, 30 Mei 2019. Saat itu, ia sedang berada di rumahnya di Jakarta.

 Annisa Pohan Kenakan Mahkota, Meghan Marklenya Indonesia!

" Pagi-pagi itu saya sebentar tidur 2-3 menit, tiba-tiba ibu manggil dan itu di rumah saya di Jakarta. Biasanya ibu kalau manggil saya itu keras banget 'Mom, Mom'," kata Annisa.

4 dari 5 halaman

Pamit

Dalam mimpinya, istri Agus Harimurti Yudhoyono itu sempat heran dengan kehadiran Ibu Ani yang berada di rumah.

" Loh ini kan rumah saya padahal harusnya ibu di Singapura. Ibu memang kelihatan sudah sakit tapi belum kelihatan separah yang terakhir. Saya tanya, 'Kok di sini? ngapain?'," kata Annisa.

Dalam mimpi Annisa Pohan itu, Ibu Ani sempat pamit akan berpisah dengan SBY. Tak hanya itu, Ibu Ani juga meminta kepada Annisa mencarikan curriculum vitae SBY.

" Katanya 'Kan Memo dan Pepo mau pisah'. Saya tanya mau ke mana Memo, lalu beliau jawab 'Mau mencari aktivitas lain," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Kondisi Ibu Ani Sebelum Meninggal

Setelah itu, Annisa terbangun dari tidurnya dan langsung menangis. Annisa kemudian menerima pesan dari sang suami untuk segera berangkat ke Singapura.

" Itu udah pertanda enggak enak buat saya. Saya buru-buru langsung ke bandara padahal pesawat 4.30 (sore), tapi saya dari siang habis Zuhur langsung berangkat," ujar dia.

Sesampainya di National University Hospital, Annisa menyaksikan kondisi sang mertua sudah semakin memburuk.

" Memang pas saya sampai sana Ibu sudah sesak sekali napasnya. Firasat saya sudah enggak enak aja," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Zulfa Ayu Sundari)

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo