Hilal Tak Terlihat di Seluruh Titik Pengamatan di Indonesia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 3 Juni 2019 18:47
Hilal Tak Terlihat di Seluruh Titik Pengamatan di Indonesia
"Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," ujar Cecep.

Dream - Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, mengatakan, pada Senin 3 Juni 2019 hilal tidak tampak atau tidak teramati di seluruh Indonesia.

" Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," ujar Cecep dalam pemaparan data posisi hilal di Kementerian Agama, Jakarta.

Dengan tidak adanya referensi ketampanan hilal, Cecep menyebut berdasarkan hasil hisab 1 Syawal 1440 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019. " Secara hisab, awal Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu. Ini informasi, konfirmasinya menunggu hasil sidang isbat, menunggu hasil laporan rukyat," uca dia.

Menurut dia, berdasarkan kesepakatan Muzakarah Rukyat dan Takwim Islam negara-negara anggota MABIMS (Forum Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dinyatakan sudah tampak apabila berada pada ketinggian dua derajat atau lebih.

Sementara, pengamatan di Pelabuhan Ratu pada Rabu, 3 Juni 2019 tinggi hilal berada di minus tinggi hilal: minus 0,56 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 2,94 derajat; umur minus 40 menit 6 detik.

" Bulan terbenam dalam waktu 3 menit 6 detik sebelum matahari terbenam," kata dia. 

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan