Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polisi Saat Menilang Pengendara Mobil Plat Polri (Foto: Istimewa)
Dream - Warganet tengah dihebohkan dengan video penilangan mobil Toyota Fortuner berpelat nomor Polri 3553-07 oleh anggota Satlantas Polres Bogor.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 1 Juni 2019, sekitar pukul 10.40 WIB, di Jalan Raya Puncak, Bogor arah Jakarta.
Mobil berpelat Polri itu diketahui tengah iring-iringan menggunakan rotator, strobo dengan mengawal tiga mobil, yakni Rubocin berwarna abu-abu, Toyota Kijang Inova, dan satu mobil berwarna merah.
Sebelum menilang, polisi terlebih dahulu mendapat laporan dari pengendara motor ada mobil berpelat Polri ugal-ugalan di jalan raya.
Saat itu, anggota Satlantas Polres Bogor, Birpka Yudo, mencoba menghentikan mobil tersebut, namun tidak berhasil karena pengemudinya terus tancap gas.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor, Ipda Danny. Mobil itu kemudian dihentikan tepat di depan Pasar Cisarua.
Saat dilakukan pemeriksaan, pengemudi mobil plat Polri itu ternyata seorang pelajar berusia 24 tahun bernama Kevin Kosasih.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, mobil itu bukanlah kendaraan dinas Polri.
" Sudah disita pelat dan surat yang disalahgunakan. Itu bukan kendaraan dinas Polri," kata Dedi.
Terkait dengan adanya kabar ugal-ugalan yang disampaikan Polres Bogor, Dedi membantahnya.
" Info Kapolres tidak benar, yang dilaksanakan adalah razia selektif untuk menindak pelaku pelanggar lalu lintas," ucap dia.
(Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya