Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sepasang Sahabat Sejati Xu Bingyang Dan Zhang Ze (Sichuan Online)
Dream - Bocah 12 tahun asal Meishan, Sichuan, China, Xu Bingyang, menyedot perhatian publik. Aksinya menggendong temannya setiap kali berangkat dan pulang sekolah membuat banyak orang terharu.
Enam tahun sudah Xu melakukan aksi mulai tersebut. Ini karena sahabatnya, Zhang Ze, menderita kelumpuhan sejak kecil.
Xu dan Zhang merupakan teman bermain sejak kecil. Kedua bocah ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Tidak hanya berangkat dan pulang, Xu juga menggendong Zhang setiap kali bocah itu butuh berpindah tempat. Entah itu ke kantin atau pindah kelas untuk mata pelajaran tertentu.
Dikutip dari Newshub, Jumat 5 April 2019, Xu mengaku senang sekaligus bangga bisa membantu teman baiknya yang kesusahan. Dia sama sekali tidak keberatan menggendong Zhang setiap hari.
" Berat saya lebih dari 40 kilogram, sedangkan Zhang hanya 25 Kg. Jadi saya tidak kesulitan menggendong dia ke mana-mana," kata Xu.
Zhang mengaku berutang budi pada Xu. Selama ini, Xu telah baik kepadanya.
" Xu adalah teman dekat saya. Setiap hari kami belajar dan bermain bersama-sama. Terima kasih Xu karena merawat saya selama ini," ucap Zhang.
Xu dan Zhang merupakan murid kelas 6 sekolah dasar Hebazi. Zhang didiagnosis menderita Myastenia gravis, penyakit yang menyerang syaraf hingga membuatnya lumpuh sejak usia 4 tahun.
Sejak saat itu, fungsi otot Zhang tidak bekerja. Kakinya pun mengecil lantaran tidak bisa digerakkan.
Xu sendiri menyatakan Zhang sudah menjadi tanggung jawabnya.
" Saya lebih besar dari dia. Jika bukan saya, saya pikir tidak ada yang mau membantu dia," kata Xu.
Xu mengaku membutuhkan waktu tiga menit untuk menggendong Zhang ke toilet jika temannya ingin buang hajat. Ketika Zhang akan kencing, Xu mengarahkan tangan dan bila perlu mengangkat tubuh Zhang hingga bisa duduk di kloset.
" Selama bertahun-tahun, Xu terus melakukan kebaikan dan bermuka masam di depanku maupun teman-teman," kata Zhang.
Bahkan, Xu sampai berusaha membuat orangtuanya mengerti tentang apa yang sudah dilakukannya untuk Zhang. Orangtua Xu pun memahami dan mengizinkan anaknya untuk terus membantu Zhang.
Saat dewasa, Xu punya cita-cita. Dia ingin terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan dan mengulurkan bantuan kepada lebih banyak orang yang membutuhkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya