Cerita Haru Bubuk Coklat, Guru, dan Siswa Miskin

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 21 Juni 2019 13:01
Cerita Haru Bubuk Coklat, Guru, dan Siswa Miskin
Ibu Lew membagikan percakapan haru bersama siswa yang diajarnya 17 tahun lalu.

Dream - Seorang siswa tidak akan pernah melupakan jasa besar guru-gurunya. Ilmu dan restu dari gurulah yang mengantarkan siswa meraih kesuksesan di masa depan.

Seorang guru asal Ipoh, Malaysia, biasa dipanggil Ibu Lew, membagikan kisah haru percakapannya dengan siswa yang pernah diajarnya.

Dikutip dari World of Buzz, 17 tahun lalu Ibu Lew mengajak seorang murid pulang ke rumahnya. Dia bermaksud memberikan kelas tambahan bagi siswa itu.

Orangtua siswa itu tidak punya uang untuk membayar guru privat yang membantunya belajar. Sementara, siswa itu memiliki ketidakmampuan dalam belajar dan hasilnya selalu buruk.

Suatu hari, ibu dari siswa itu datang ke rumah Ibu Lew untuk menjemputnya. Tetapi, Ibu Lew tidak menemukan anak itu.

 

1 dari 5 halaman

Berkat Bubuk Minuman Coklat

Rupanya, anak itu bersembunyi di dapur. Saat ditemukan Ibu Lew, pipi anak itu menggembung dan mulutnya penuh dengan bubuk minuman coklat.

Karena panik, siswa itu hampir menangis. Ibu Lew langsung membersihkan wajah anak itu dan mengantarkannya ke ibunya.

Sejak saat itu, Ibu Lew selalu memberikan bubuk minuman coklat sebagai penghargaan setiap kali siswa itu menunjukkan hasil yang baik dalam belajar. Ide ini bertahan hingga tiga tahun kemudian.

 

2 dari 5 halaman

Siswa Itu Kini

Pada 16 Juni lalu, Ibu Lew mendapat pesan telepon dari siswanya yang dibimbingnya. Terjadilah percakapan penuh haru antara guru dengan siswanya.

Dalam pesannya, siswa itu bertanya apakah Ibu Lew masih mengingatnya. Dia memberikan kata kunci bubuk minuman coklat yang sangat disukainya.

Ibu Lew langsung ingat peristiwa 17 tahun lalu. Dia lalu bertanya bagaimana kabar siswanya itu.

" Sekarang saya adalah insinyur di Amerika Serikat. Orang pertama yang ingin saya lihat setelah saya pulang adalah ibu, guruku," kata siswa itu.

Ibu Lew terharu dan memberikan balasan lucu. " Kamu tidak akan membayar saya dengan lusinan kaleng bubuk minuman coklat, kan?" terang Ibu Lew.

3 dari 5 halaman

Dulu Bocah Pemulung, Kini Jadi Mahasiswi Cantik Kampus Ternama

Dream - Akhir Mei lalu jadi momen penuh bangga bagi Sophy Ron. Gadis asal Kamboja ini merayakan kebahagiaan diterima menjadi mahasiswi di University of Melbourne, Australia.

Tidak ada yang menyangka gadis lulusan Trinity College ini dulunya adalah bocah pemulung. Sophy bahkan hampir kehilangan mimpi bisa menempuh pendidikan.

Dikutip dari World of Buzz, Senin 17 Juni 2019, Sophy melewatkan masa kecilnya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kota Phnom Penh. Dia bekerja sebagai pemulung sejak kecil hingga berusia 11 tahun.

 Sophy Ron

Waktunya habis untuk memungut sampah. Dia hampir tidak punya kesempatan merasakan bangku sekolah.

4 dari 5 halaman

Membanggakan

Berkat Cambodian Children's Fund (CCF), Sophy akhirnya bisa tersenyum bangga. Dia akhirnya bisa mewujudkan mimpi untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya lewat beasiswa dari lembaga donor tersebut.

Dulu, Sophy menghabiskan tujuh hari sepekan untuk duduk dan memilah-pilah sampah. Dia pun terpaksa menghirup asap beracun demi membantu kedua orangtuanya mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup.

Gadis ini dan keluarganya harus bertahan dengan hidup yang keras. Tidak jarang mereka makan makanan sisa yang didapat dari tumpukan sampah.

 Sophy Ron

5 dari 5 halaman

Tak Lupa Masa Kecil

Kini, Sophy berdiri dengan bangga di panggung di hadapan teman-temannya. Dia pun memberikan pidato dalam bahasa Inggris yang lancar, berbeda jauh dengan masa lalunya yang menyakitkan.

Meski begitu, Sophy tidak melupakan masa kecilnya. Dia telah kembali ke lingkungannya untuk sementara waktu, merayakan keberhasilan bersama orang-orang sekitarnya, untuk kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sumber: worldofbuzz.com

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo