Tak Mampu Belikan Anak Tas Sekolah, Aksi Ayah Ini Bikin Warganet Terenyuh

Reporter : Idho Rahaldi
Jumat, 21 Juni 2019 08:01
Tak Mampu Belikan Anak Tas Sekolah, Aksi Ayah Ini Bikin Warganet Terenyuh
Tisu mana tisu?

Dream - Selain peringatan Hari Ibu, beberapa negara di dunia juga memperingati Hari Ayah, Father's Day.

Hari khusus untuk mengingat perjuangan sosok ayah dalam keluarga itu biasanya dirayakan setiap minggu ketiga bulan Juni setiap tahunnya. 

Nah, pada hari spesial itu banyak netizen yang menceritakan tentang perjuangan maupun bentuk kebaikan hati sang ayah.

Salah satu kisah tentang kasih sayang seorang ayah pada anaknya pun viral di Facebook.

Kisah itu berasal dari seorang warga Kamboja yang menceritakan seorang ayah yang membuat sendiri tas sekolah untuk anak laki-lakinya.

1 dari 7 halaman

Dibuat Dengan Cinta

Melansir worldofbuzz.com, foto-foto seorang anak laki-laki menggendong tas biru unik viral setelah diunggah akun Facebook bernama Sophous Suon.

Menurut unggahan tersebut, tas yang dipakai anak itu sebenarnya buatan ayahnya.

Tas Biru© dream.co.id

Tas Biru© dream.co.id

Sang ayah membuatnya sendiri karena ia tidak punya cukup uang untuk membelikan tas sekolah untuk anaknya.

2 dari 7 halaman

Dali Tali Rafia

Ayah anak itu menganyam sendiri tali rafia biru hingga berbentuk seperti tas.

Tali Rafi© dream.co.id

Aksi sang ayah tersebut membuat banyak netizen terenyuh. Postingan yang diunggah 17 Juni lalu itu kini telah mendapat ratusan komentar dan dibagikan lebih dari 6000 kali.

Sebagian besar netizen memuji kreativitas ayah bocah itu.

Bahkan ada pula dermawan yang mendonasikan uangnya untuk membantu perekonomian serta biaya sekolah anak tersebut.(Sah)

3 dari 7 halaman

Saban Hari Berjalan 2 Km Beli Lauk, Alasannya Bikin Terenyuh

Dream - Tidak semua orang beruntung dilahirkan dalam keluarga yang mampu. Beberapa terpaksa harus merasakan kerja keras sejak usia anak-anak.

Seperti lima bersaudara di Malaysia ini. Mereka harus menjaga ayah mereka yang lumpuh karena terkena strok.

Tugas kepala keluarga diemban oleh anak yang masih bersekolah di Tingkatan 3 (setara SMA).

Meski tanpa ibu dan hidup serba kekurangan, mereka mampu mengatur semua urusan 'rumah tangga' sendiri.

Keluarga ini benar-benar harus mengencangkan ikat pinggang dan juga perut demi mencukupi kebutuhan.

4 dari 7 halaman

Berjalan 2 Km untuk Beli Makan Buat Ayah

Semua anak-anak dalam keluarga tersebut matang sebelum usia mereka menginjak dewasa.

Bayangkan saja, salah satu dari mereka yang berusia 7 tahun sudah mengerti arti tanggung jawab.

Meski masih kelas 1 sekolah dasar, dia berjalan 2 km untuk membeli makanan untuk ayahnya tanpa mengeluh.

Hebatnya lagi, dia pulang pergi melakukan hal yang sama setiap hari tanpa pernah merasa berat.

Kisah keluarga ini menyentuh seorang guru bernama Mohd Fadli Salleh. Dia pun berniat membantu anak tersebut.

5 dari 7 halaman

Dapat Hadiah Sepeda

Fadli begitu sedih dan terenyuh melihat kehidupan keluarga tersebut.

Apalagi setelah mendengar salah satu anak harus berjalan jauh demi membeli makanan untuk sang ayah.

Ketika mengunjungi keluarga itu, Fadli membawa sebuah sepeda untuk diberikan kepada anak itu.

" Kamu mau sepeda?" tanya Fadli kepada anak tersebut. Anak itu tak bisa berkata apa-apa.

Mulutnya kelu mungkin karena sangat bahagia. Air matanya bercucuran, membasahi pipinya.

Bukan hanya anak itu saja yang menangis. Guru-guru lain yang menyertai Fadli juga ikut terbawa nuansa haru itu.

6 dari 7 halaman

Memasak Nasi Sendiri

Bergantian, anak-anak itu menjaga ayah mereka yang lumpuh karena strok setiap hari.

Untuk urusan makanan, mereka memasak nasi sendiri. Namun lauk pauk mereka tidak bisa membuatnya.

Mereka harus berjalan jauh untuk membeli lauk pauk sekaligus makanan untuk ayah mereka.

Saat Fadli berkunjung, adik mereka yang baru duduk di taman kanak-kanak sedang keluar untuk membeli lauk.

Saudara tertua mereka biasanya akan pergi untuk mencari pekerjaan ala kadarnya untuk sekadar bisa membeli makan.

7 dari 7 halaman

Ditinggal Ibu Sejak Lama

Selama bertahun-tahun, anak-anak baik itu yang mengurus segala urusan rumah tangga.

Mereka juga bergantian menjaga dan merawat ayah mereka yang lumpuh akibat kena stroke.

Sang ibu meninggalkan mereka sudah lama. Anak-anak itu ditinggal sendirian menjaga ayah yang sakit.

Entah ke mana perginya sang ibu yang tega meninggalkan anak-anak yang penuh tanggung jawab dan berbakti pada orang tua itu.

Fadli merasa kagum kepada anak-anak itu. Tidak terbayangkan betapa tabahnya mereka selama ini menghadapi liku-liku hidup yang keras.

(Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar