Ramadan, Harga Ayam Naik 35%, Apa Sebabnya?

Reporter : Ramdania
Selasa, 13 Mei 2014 11:14
Ramadan, Harga Ayam Naik 35%, Apa Sebabnya?
"Unggas lokal itu salah satunya kan ayam kampung, ini yang dijaga pemerintah dari impor dan konsumennya kelas menengah ke atas. Jadi, kami tidak punya dosa sosial," kata Ketua Himpuli.

Dream - Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) memberikan sinyal akan menaikkan harga daging ayam hingga 35% sepanjang puasa sampai Lebaran tahun ini.

" Persiapan puasa dan lebaran ya menaikkan harga, sekitar 35% lah," ujar Ketua Himpuli Ade M. Zakaria kepada Dream, Selasa 13 Mei 2014.

Menurut Ade, kenaikan harga tersebut tidak akan merugikan masyarakat miskin. Pasalnya, saat ini konsumen unggas lokal adalah kelas menengah ke atas.

" Unggas lokal itu salah satunya kan ayam kampung, ini yang dijaga pemerintah dari impor dan konsumennya kelas menengah ke atas. Jadi, kami tidak punya dosa sosial," tegasnya.

Ade menambahkan sepanjang puasa hingga lebaran terjadi kenaikan permintaan daging ayam sebesar 50 persen atau sekitar 145 juta ekor dalam sebulan dibandingkan permintaan pada hari-hari biasa.

" Sedangkan rata-rata kenaikan tiap bulan puasa sebesar 15% dibandingkan bulan puasa tahun sebelumnya," jelasnya.

Namun, dari total permintaan daging ayam tersebut, hanya 11% yang mampu dipenuhi para peternak ayam lokal.

" Kami tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan daging ayam nasional tersebut. Kami menunggu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi ayam dalam negeri," pungkasnya.

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim