Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Instagram)
Dream - Presiden Joko Widodo memerintahkan para menterinya untuk memberikan pengertian tentang virus corona yang mewabah ke puluhan negara di dunia. Instruksi itu dikeluarkan agar tak muncul salah persepsi di masyarakat.
Perintah presiden tersebut keluar setelah santer beredar kabar penolakan masyarakat Natuna yang menjadi tempat karantina warga Indonesia yang pernah tinggal di Wuhan, provinsi Hubei, China.
Mengutip data 2019-nCoV Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Selasa, 4 Februari 2020 hingga pukul 20.50 WIB, virus corona yang bermutasi menjadi 2019-NCovV telah mewabah sampai 27 negara di dunia.
Sebanyak 20.680 orang telah terkonfimasi terjangkit virus corona dengan jumlah terbanyak berada di Wuhan, China. Virus ini telah mengakibatkan kematian sebanyak 427 orang dan 724 diantaranya dinyatakan pulih.
" Berikan pengertian kepada seluruh masyarakat, seluruh rakyat di manapun berada agar tidak perlu panik," ujar Jokowi dikutip dari Merdeka.com, Rabu, 5 Februari 2020.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memastikan pemerintah telah menutup pintu masuk warga negara asing yang datang dari China. Kebijakan tersebut dibuat untuk mengantisipasi virus corona menyebar di Indonesia.
" Sekali lagi, keputusan itu harus diambil dalam rangka melindungi seluruh rakyat Indonesia di Tanah air dari penyebaran virus corona," kata dia.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Dream - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja Singapura dinyatakan positif mengidap virus Corona Wuhan. WNI berjenis kelamin perempuan itu termasuk satu dari 6 warga di Singapura yang terkonfirmasi terpapar virus 2019-NCoV.
Temuan tersebut semakin mengejutkan karena perempuan yang berusia 44 tahun itu mengaku tidak pernah bepergian ke China.
Wanita yang bekerja sebagai pekerja domestik itu hanya tinggal di Jalan Bukit Merah, Singapura. Perempuan itu, dilaporkan Channel News Asia, memeriksakan gejala sakit di tubuhnya pada Minggu, 2 Februari 2020.
Perempuan itu lantas dirawat di Singapore General Hospital (SGH) pada Senin, 3 Februari 2020. Pihak rumah sakit menyatakan, perempuan itu positif virus Corona Wuhan pada Selasa, 4 Februari 2020.
Selain perempuan berpaspor Indonesia, seorang perempuan warga Singapura berumur 48 tahun disebut juga terjangkit virus Corona Wuhan. Perempuan yang bekerja sebagai penjaja produk di Yong Thai Hang ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.
Perempuan yang tinggal di Hougang Street 61 tersebut dilaporkan mengalami gejala virus Corona pada 25 Januari 2020. Dia kemudian dibawa ke Pusat Penyakit Berinfeksi Nasional (NCID) pada 3 Februari 2020.
" Dia dinyatakan terklasifikasi sebagai kasus dugaan dan segera menjalani isolasi," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Saat ini, pasien yang diduga suspek terjangkit virus Corona Wuhan di Singapura berjumlah 24 orang. Dari empat kasus baru, Departemen Kesehatan Singapura, penyebaran virus Corona Wuhan ditransmisikan melalui pelancong dari China.
Dua wisatawan dari China disebut telah terinfeksi virus Corona. " Meskipun empat dari kasus ini merupakan kluster transmisi lokal, belum ada bukti penyebaran (virus Corona) secara meluas di Singapura," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Dream - Kolaborasi ilmuwan dari Universitas Airlangga Surabaya dan Kobe University, Jepang menjadi salah satu kabar gembira di tengah gempuran virus Corona Wuhan (2019-nCoV).
Kerja sama penelitian itu menghasilkan alat yang mampu mengidentifikasi pasien yang diduga terjangkit virus Corona Wuhan.
" Masyarakat bisa memanfaatkan lembaga kami untuk mengkonfirmasi ada atau tidaknya virus. Identifikasinya tidak lama, hanya dalam hitungan jam, tetapi mekanisme sudah sesuai dengan standar kesehatan dunia WHO (World Health Organization)," kata Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, diakses dari laman resmi Unair, Selasa, 4 Februari 2020.
Nasih mengatakan, penelitian bersama Unair dan Kobe University telah menemukan reaktan virus Corona Wuhan. Selain di Unair, reaktan ini juga telah dimiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes.
Nasih mengatakan, akurasi reaktan ini mencapai 99 persen. Sebab, ada parameter reagen yang berasal dari parameter positif tertular virus.
" Pemeriksaannya dari dahak, kalau memang hasilnya sama dengan parameter yang positif maka akan dilakukan penanganan khusus," ujar dia.
Dengan identifikasi secara spesifik ini, Nasih berharap ke depannya dapat menghasilkan riset penanganan dan pencegahan akan virus ini.
" Obatnya masih susah karena kami belum mengetahui jenis mutasi virus ini seperti apa," kata dia.
Dia mengakui kemampuan Unair dalam menemukan reaktan ini tak lepas dari akses Kobe University dan relasi di Jerman, dalam mengakses data dan gen virus corona dari bank virus.
Dream - Wabah virus corona banyak menyisakan kisah sedih, khususnya bagi warga China.
Bukan hanya semakin banyak orang yang terinfeksi, namun juga tak sedikit dari mereka yang terpaksa berpisah dengan orang tercinta karena harus menjalani pengobatan di dalam ruang isolasi.
Salah satunya seperti kisah pasangan berikut ini. Kisahnya mampu membuat banyak orang bercucuran air mata. Laman World Of Buzz memberitakan sebuah video yang tersebar di media sosial yang menguras emosi warganet.
Video itu memperlihatkan pasangan suami istri yang diperkirakan berusia 80 tahun. Keduanya dinyatakan positif terkena virus corona.
Dalam video mereka terlihat berpegangan tangan dan menangis diantara kedua kasur yang memisahkan mereka.
Terdengar suara lemah dari sang suami berbicara dengan penuh kasih. Sementara sang istri dengan lemah terus menggengam tangan suaminya.
Seperti diketahui, coronavirus atau virus corona dikenal sangat sulit dikalahkan.
Terutama bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang tua misalnya.
Karena itu, pasangan ini pun mencoba untuk ikhlas dan menerima kenyataan bahwa mereka mungkin tidak akan bertemu lagi.
Pertemuan itu adalah pertemuan terakhir mereka setelah hampir seumur hidup menjalani kasih bersama.
Banyak dari warganet yang mengirimkan doa untuk kesembuhan pasangan ini, dan berharap mereka dapat bertemu lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya