Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Prof Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)
Dream – Pasien aktif Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan rata-rata kasus di dunia. Namun Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat tak terlena dengan membaiknya kondisi pandemik Covid-19.
Pencapaian ini perlu dipertahankan dengan selalu meningkatkan disiplin protokol kesehatan 3M. Masyarakat harus belajar dari perkembangan beberapa negara Eropa yang memberlakukan lockdown karena mengalami serangan Covid-19 gelombang kedua.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah perlu melakukan screening mobilitas masyarakat yang keluar-masuk Indonesia. Terutama untuk menghindari kunjungan yang masuk dari Eropa atau negara lainnya yang berstatus zona oranye dan merah.
“ Kita harus menghindari ini dengan disiplin protokol kesehatan. Kita harus menjaga dan screening mobilitas masyarakat keluar masuk Indonesia, untuk menghindari kunjungan yang masuk dari Eropa atau beberapa negara lainnya yang mengalami musim dingin,” tutur Wiku Adisasmito saat pers rilis melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (5/11/2020).

YouTube/BNPB Indonesia
Sejumlah negara Eropa saat ini mengalami serangan pandemi Covid-19 gelombang kedua. Negara-negara yang menghadapi kondisi ini adalah Inggris, Prancis, Jerman, Belgia dan Yunani.
Pihak otoritas pemangku kebijakan pada masing-masing negara memutuskan untuk memberlakukan kembali lockdown. Sebab risiko penularan sudah sulit dikendalikan akibat masyarakat mulai meremehkan protokol kesehatan.
“ Jangan sampai hal ini terjadi di Indonesia,” tegas Wiku.

Instagram/@ bnpbindonesia
Berdasarkan keterangan Satgas Penanganan Covid-19, saat ini Indonesia sudah menunjukkan pencapaian penanganan Covid-19 yang semakin baik.
Pencapaian per 5 November 2020, jumlah kasus positif yang aktif sebanyak 54.306 kasus atau 12,75 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia yang berada di angka 25,8 persen.
Penambahan kasus positif sebanyak 4.065 pasien, sedangkan kasus sembuh sejumlah 357.142 pasien atau 83,9 persen. Dimana kasus sembuh rata-rata dunia hanya sebesar 71,3 persen.
Namun jumlah kasus meninggal secara kumulatif sebesar 14.348 kasus atau 3,4 persen dengan perbadingan kasus rata-rata dunia sebesar 2,5 persen.
“ Saat ini penanganan Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, dan ini terlihat dari penurunan kasus positif dan penurunan angka kematian,” katanya.

Segala pencapaian yang baik tersebut, pesan Wiku, jangan sampai membuat masyarakat lengah.
Menurutnya pemerintah dan masyarakat harus selalu meningkatkan kerjasama yang baik dengan menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Sebab disiplin protokol kesehatan yang dijalankan merupakan sumbangsih masyarakat terhadap upaya penanganan Covid-19.
“ Ingat, dengan kita disiplin, maka tidak saja melindungi diri sendiri, dan melindungi orang-orang terdekat,” pungkasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya