Cucu Paku Buwono X Laporkan 8 Orang Terkait Dugaan Pemalsuan Trah Raja

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 29 Agustus 2018 09:20
Cucu Paku Buwono X Laporkan 8 Orang Terkait Dugaan Pemalsuan Trah Raja
Tak hanya memalsukan silsilah keturunan raja, kedelapan orang yang dilaporkan itu juga diduga menggelapkan dokumen tanah bernilai Rp701 miliar.

Dream - Salah satu cucu Paku Buwono X, BRM Muhammad Munier Tjakraningrat, melaporkan delapan orang ke Bareskrim Polri. Dia menuding kedelapan orang itu telah melakukan sumpah palsu, keterangan palsu, pengaduan palsu, dan pencemaran nama baik.

Berdasarkan berkas laporan yang dikutip Dream dari , Rabu 29 Agustus 2018, para terlapor itu masing-masing berinisial S (74), EW (59), DMEP (52), HLP (44), NB (41), RES (24), DPA (20), dan IA (19).

Menurut kuasa hukum Munier, Wartono Wirjasaputra, kedelapan orang itu diduga telah memalsukan silsilah keturunan Paku Buwono X. Mereka diduga sengaja mengaku sebagai trah raja untuk menguasai warisan peninggalan raja bernama asli BRM Malikoel Koesno tersebut.

“ Pak Munier adalah justru ahli waris yang sah dari GKR Moersoedarinah dengan Malikoel Koesno Pakunbwono X dari Keraton Solo. Ini adalah ahli waris yang asli, bukan abal-abal,” ujar Wartono di Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat.

Munier, tambah Wartono, mengetahui informasi adanya sekelompok orang yang memalsukan silsilah ahli waris Paku Buwono X Sejak 2017. Dari informasi itulah Munier melakukan penelusuran dan menemukan bukti kutipan nikah dari pihak terlapor yang diduga palsu.

“ Ini kejadian luar biasa, yang namanya silsilah raja yang dulu sangat berkuasa sekarang ada orang berani memalsukan keturunannya. Ini kalau dibiarkan berlarut-larut akan rusak hukum ini, karena ini juga mencakup nama baik Paku Buwono X,” katanya.

Tak hanya memalsukan silsilah keturunan raja, kedelapan orang yang dilaporkan itu juga diduga menggelapkan dokumen penting milik Paku Buwono X. Dokumen asli eigendom itu sebagai bukti kepemilikan tanah atas nama Malikoel Koesno dan Moersoedarinah dikuasai dan diakui milik delapan orang tersebut.

“ Itu memang di sana ada tanah eigendom, atas nama GKR Mas atau Moersoedarinah itu seluas 1.293 hektare, itu sebagiannya kena pembebasan tanah. Kami menduga pemalsuan itu untuk merebut haknya ahli waris Moersoedarinah atas uang (pembebasan lahan) tersebut juga,” ucap Wartono.

1 dari 1 halaman

Rebutan Lahan Rp701 Miliar

Kedelapan orang yang dilaporkan ini diduga memalsukan trah keturunan raja untuk menguasai lahan seluas 1.293 hektare senilai sekitar Rp701 miliar yang terkena proyek pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) atau Bandara Kulon Progo.

Pembebasan lahan Bandara NYIA itu terkendala gugatan pihak yang mengklaim sebagai keturunan mendiang Paku Buwono X. Mereka menggugat Paku Alam dan PT Angkasa Pura terkait pembebasan sebagian lahan bandara baru tersebut.

Sebelumnya, para terlapor ini telah melaporkan Munier dan keluarganya ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/1026/VIII/2018/BARESKRIM tanggal 21 Agustus 2018.

Mereka menuding Munier Cs telah memalsukan dokumen dan mengaku sebagai keturunan Paku Buwono X dan Moersoedarinah agar berhak mewarisi biaya pembebasan lahan Bandara NYIA.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone