Prihatin! Pelajar MTsN Mataram Gantian Belajar di Mushola

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 29 Agustus 2018 06:01
Prihatin! Pelajar MTsN Mataram Gantian Belajar di Mushola
Dari 26 ruang kelas, hanya enam yang bisa digunakan. Rusak karena gempa dahsyat.

Dream - Tiga pekan sudah para siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Mataram, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, meninggalkan sekolah. Bangunan sekolah mereka rusak akibat akibat gempa dahsyat yang melanda Lombok awal Agustus lalu.

Sebagian besar siswa itu sangat ingin kembali belajar. Sayangnya, keinginan mereka tidak terpenuhi.

Hasil audit forensik yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menemukan 80 persen bangunan berbahaya jika digunakan lagi sebagai ruang belajar mengajar.

 MTsN 1 Kota Mataram

" Kami hanya ingin sekolah dan tidak tahu sampai kapan akan seperti ini," ujar salah satu siswa MTsN 1 Kota Mataram, Ihsan, dikutip dari kemenag.go.id.

Sesekali pandangan Ihsan mengarah pada bangunan sekolahnya. Tatapannya kosong, tanpa makna.

Bangunan yang tampak kokoh itu rusak di bagian tengah. Genteng berjatuhan, plafon banyak yang jebol, bahkan rangka atapnya sampai patah.

Polisi terpaksa memasang garis kuning pada radius empat meter. Pertanda tidak ada yang boleh melintas di dekat gedung itu. Sebagian besar fondasi bangunan itu retak. Bisa ambruk kapan saja.

1 dari 2 halaman

Sebagian Besar Ruangan Rusak

Dari 26 ruang kelas yang tersedia, hanya ada enam bisa dipakai. Sementara 20 lainnya dinyatakan rapuh. Retaknya sangat besar dan menganga.

" Untuk tetap melanjutkan aktivitas belajar, para siswa terpaksa bergantian belajar di mushola. Ini tidak efektif sebab siswa kami berjumlah 900 siswa," kata Kepala MTsN 1 Kota Mataram, Rusniah.

 MTsN 1 Kota Mataram

Menurut dia, para siswa butuh ruang belajar dengan segera. Meskipun berupa tenda. Ini agar aktivitas belajar mereka bisa pulih.

" Kami sangat membutukan tenda sebagai ruang belajar sementara menjelang dilakukannya recovery terhadap bangunan madrasah. Berdasarkan hitungan konsultan sedikitnya dibutuhkan biaya Rp1,9 miliar untuk perbaikan bangunan madrasah," kata Rusniah.

 

2 dari 2 halaman

Dapat Bantuan Tenda 11 Unit

Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Syafrizal, mengatakan pihaknya memberikan 11 tenda untuk digunakan sebagai ruang belajar mengajar sementara.

Pengadaan tenda tersebut menggunakan dana sumbangan yang telah dikumpulkan dari para PNS di lingkungan Kementerian Agama Pusat.

 MTsN 1 Kota Mataram

" Mudah-mudahan bantuan ini dapat melecut kembali semangat belajar para siswa," ucap Syafrizal.

Nantinya, tenda berukuran 8x16 meter sebanyak 11 unit dipasang di halaman madrasah. Para siswa dapat belajar di tenda itu untuk sementara waktu.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian