Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Di sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (KTT-LB OKI), Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno L.P Marsudi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Gambia, Neneh Macdouall-Gaye. Dalam pertemuan kali ini, Retno akan membahas dukungan negara-negara Afrika terhadap Palestina.
Retno mengatakan pertemuan bilateral itu rencananya akan mendorong persatuan 59 negara anggota OKI dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian isu Al-Quds Al-Sharif. Dengan adanya persatuan dari negara-negara Islam itu, dia megharapkan proses perdamaian antara Palestina dan Israel dapat terwujud.
" Dengan pertemuan bilateral dua negara itu, diharapkan ada peranan lebih besar negara-negara Islam dalam proses perdamaian Palestina dan Israel," ujar Retno dalam keterangan resminya, Minggu, 6 Maret 2016.
Selain persoalan Palestina, rencananya Retno juga akan membicarakan peluang kerjasama perdagangan dan investasi diantara dua negara. Kerjasama kedua negara di bidang ini telah dimulai sejak 2013 itu setidaknya telah menghasilkan nilai investasi sebesar US$ 42,93 juta di 2014.
" Di tahun 2015 ada nilai sebesar US$ 25, 295 juta produk ekspor utama RI ke Gambia, yang berupa CPO, sabun, dan makanan," ujar dia.
" Kerja sama yang dilakukan juga untuk penguatan pada capacity building khususnya peningkatan produksi beras dan agro-processing," ungkap dia menambahkan.
Seperti yang diketahui, sebagai negara di pantai barat Afrika, Gambia memiliki peran aktif dalam hubungan politik dan internasional yang mumpuni di Afrika. Gambia, yang terdaftar sebagai anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) berperan aktif dalam lembaga itu untuk menyelesaikan perang sipil di Liberia dan Sierra Leone. Gambia sendiri juga pernah melakukan kerjasama bilateral dengan Libya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya