Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bahar Bin Smith (merdeka.com)
Dream - Bahar bin Smith, kembali ditahan setelah sempat bebas karena program asimilasi pada Sabtu 16 Mei 2020 lalu. Penceramah 34 tahun dijemput petugas Lapas Gunung Sindur, Bogor di rumahnya pada Selasa dini hari, 19 Mei 2020.
Penjemputan pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Kemang, Bogor itu berlangsung sekira pukul 02.00 WIB.
Video penjemputan Habib Bahar pun beredar di media sosial menunjukkan pria kelahiran Manado itu sempat bersitegang dengan petugas.
" Kami dengan tim karena dikejar waktu. Nanti ngobrol di mobil. Saya minta dengan hormat," ujar salah satu pria yang menjemput.
Bahar tampak bernegosiasi dengan para penjemputnya. Dia didampingi langsung oleh pengacaranya, bahkan meminta kompensasi waktu sebelum ikut bersama para petugas lapas itu.
" Bisa merokok sebatang dulu. Saya mau, bukan hanya menyerahkan diri. Saya ikut ke lapas. Saya enggak bakal kabur, enggak bakal lari. Ini pengacara saya," ucap Bahar.
Untuk meyakinkan, Bahar mengajak petugas merokok bersama dirinya. Dia kembali menegaskan tidak akan kabur.
Penjemputan Bahar kembali ke lapas diduga karena adanya pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahar mengumpulkan massa tanpa mengindahkan imbauan physical distancing saat baru bebas.
Beberapa kolega dan teman Bahar sempat mengunggah pesan darinya usai dijemput petugas lapas. Menurut Bahar, dia dijemput karena isi ceramahnya yang sempat beredar di media sosial.
Sumber: JPNN.
Dream - Penceramah muda sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin, Bahar bin Smith kembali masuk lembaga pemasyarakatan. Bahar sempat bebas karena masuk daftar narapidana asimilasi.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan (PAS), Rika Aprianti, menyatakan Bahar telah melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dia menggelar kajian dengan mengumpulkan banyak orang.
" Melanggar aturan PSBB dalam kondisi darurat Covid Indonesia, dengan telah mengumpulan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya," ujar Rika dikutip dari Merdeka.com.
Rika mengatakan Bahar bebas pada Sabtu, 16 Mei 2020. Bahar masuk program asimilasi karena dinilai berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, serta mengikuti pembinaan dengan baik dan telah menjalan setengah dari masa pidana yang dijatuhkan.
Akibat ulahnya, Bahar dijemput petugas pada Selasa, 19 Mei 2020 dini hari. Selain melanggar PSBB, Bahar terjerat dugaan penyebaran kebencian.
" Menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah. Ceramahnya telah beredar berupa video yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Rita.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Abdul Aris, mengatakan program asimilasi untuk Bahar dicabut. Bahar kemudian ditahan di Lapas Gunung Sindur.
" Saat diamankan, dia dijemput petugas bapas dan kalapas didampingi petugas kepolisian Bogor," ucap Aris.
Sumber: Merdeka.com/Ronald
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya