Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perawat Ari Puspita Sari (Foto: Instagram @m.bahrunnajach's)
Dream - Belum lama ini kabar duka datang dari tenaga medis Indonesia. Perawat RS Royal Surabaya yang sedang hamil dan kritis karena Corona, meninggal dunia.
Perawat bernama Ari Puspita Sari SKep Ns meninggal pukul 10.50 WIB, Senin 18 Mei 2020, saat menjalani perawatan di RSAL Dr Ramelan.
Pengelola RS Royal membenarkan bahwa perawat mereka bernama Ari Puspita Sari yang sedang hamil meninggal di RSAL Dr Ramelan.
" Benar video itu adalah perawat kami. Tadi dapat informasi meninggal sekitar pukul 10.50 WIB di RSAL (Rumah Sakit Angkatan Laut)," kata Juru Bicara Covid-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya dikonfirmasi di Surabaya, Senin, 18 Mei 2020.
Ari sendiri merupakan salah satu anggota dari Tim Medis Covid-19 RS Royal di Surabaya. Menurut Dewa, dugaan klinis penyebab meninggalnya Ari mengarah ke Covid-19.
Namun Dewa mengatakan yang berhak menjelaskan perihal penyebab meninggalnya perawat tersebut adalah pihak RSAL Dr Ramelan.
“ Kalau itu dari informasi medis, kalau saya rasa benar dan tidaknya mestinya dari RSAL yang menjelaskan. Dari kami memang dugaan ke arah sana secara klinis. Pasti dan tidaknya dari RSAL, karena RSAL yang merawat lanjutan,” katanya.
Dewa juga membenarkan kondisi Ari yang sedang mengandung saat meninggal dunia. Tapi dia tidak mengetahui pasti usia janin di kandungan mendiang.
“ Iya (hamil). Pastinya saya tidak tahu (usia kandungan) tapi sekitar trimester dua awal. Tapi kalau sedang hamil sih, iya, benar hamil,” ujarnya.
Tetapi Dewa menegaskan bahwa Ari bukan tim medis yang bertugas merawat pasien Covid-19. Karena orang hamil dilarang menangani kasus Covid-19.
" Iya perawat sini. Bukan (khusus menangani pasien corona). Perawat yang di luar tim corona, karena kan tidak boleh ada yang hamil,” ujarnya.
Dewa juga menyatakan bahwa pihak RS Royal tidak mengetahui dengan pasti dari mana Ari tertular virus corona.
Menurut Dewa, dugaan awal perawat itu terpapar virus corona bisa bermacam-macam. Bisa dari rumah atau risiko pekerjaan.
" Kita tidak bisa menduga-duga. Nanti tracing-nya biarkan teman-teman Dinas Kesehatan yang melakukan karena punya porsi masing-masing. Kalau kami dugaan kena dari mana masih terlalu luas," tambahnya.
Saat dikaitkan dengan penyakit penyerta yang diderita korban, Dewa belum mendapatkan informasi. RS Royal hanya mendapat informasi bahwa perawat tersebut sedang hamil.
" Yang kami tahu dia sedang hamil. Tapi secara keilmuan memang orang hamil lebih rentan (terpapar corona). Beliaunya tidak dirawat di ruang isolasi, tapi kita sendirikan. Sudah ada protokol seperti itu," jelas Dewa.
Dewa mengatakan pihak RS Royal telah mendampingi almarhumah Ari yang meninggal karena Covid-19 hingga pemakaman perawat tersebut.
(Sah, Sumber: BeritaJatim.com)
Dream - Kabar duka datang dari tenaga medis Indonesia. Perawat RS Royal Surabaya yang sedang hamil dan kritis karena Corona, meninggal dunia.
Perawat bernama Ari Puspita Sari SKep Ns meninggal pukul 10.50 WIB, Senin 18 Mei 2020, saat menjalani perawatan di RSAL Dr Ramelan.
" Turut Berbelasungkawa Untuk Suster Ari Puspita RS. Royal Surabaya Beserta Janin Dalam Kandungannya," tulis akun Instagram @m.bahrunnajach's.

Diketahui, sang perawat sakit sejak satu minggu lalu. Saat itu ia merasakan salah satu gejala Covid-19 dan diisolasi di RS Royal.
Namun karena kondisinya kurang baik, akhirnya setelah dirawat 3-4 hari di RS Royal dirujuk ke RSAL Dr Ramelan.

Kabar meninggalnya perawat Ari yang sudah bekerja selama 2 tahun di RS Royal membuat syok pihak rumah sakit dan rekan-rekannya.
Sebelumnya, beredar video seorang perawat RS Royal Surabaya yang hamil terjangkit virus corona kirtis. Ia lantas meminta doa agar kondisi perawat dan calon bayinya mendapatkan mukzizat.
Dalam video itu tampak perawat yang dibawa oleh petugas medis memasuki lift. Terdengar pula rekan tenaga kesehatan (nakes) lainnya menangis melihat kondisi perawat tersebut.
Video itu, diunggah kembali oleh akun Instagram @ndorobei.
" Ya Allah," tulis caption pada akun @ndorobei.
Tak ayal, video itu menjadi viral dan perhatian warganet. Banyak warganet yang bersedih dan mendoakan agar perawat tersebut bisa sembuh dari Covid-19.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya