Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Peradaban manusia kini semakin maju. Kehadiran teknologi memudahkan manusia untuk memenuhi keinginannya.
Bagi masyarakat modern, pergi ke luar angkasa atau bahkan menginjakkan kaki di bulan bukan lagi sebuah kemustahilan. Meski masih sangat sedikit, orang yang sampai di bulan sudah ada.
Bahkan ada juga orang yang bekerja di dalam stasiun luar angkasa. Semua hal yang mustahil di masa lalu kini menjadi kenyataan.
Mereka yang berprofesi sebagai astronot tentu memiliki latar belakang masing-masing termasuk agama. Sekarang saja, ada astronot yang beragama Islam.
Lantas muncul pertanyaan, apakah seorang Muslim tetap terkena kewajiban sholat meski berada di luar angkasa?
Dikutip dari bincangsyariah, seorang Muslim terkena kewajiban sholat di manapun dan kapanpun. Meski berada di luar angkasa, dia tetap terikat dengan syariat Islam.
Para ulama kekinian mengqiyaskan (menganalogikan) seseorang di luar angkasa sama dengan bepergian. Maka sholat fardlu bisa dijalankan dengan cara dijama' dan qashar.
Untuk bersuci, dia bisa memanfaatkan air secukupnya yang tersedia di pesawat. Bisa juga dengan cara tayamum jika jumlah airnya sangat terbatas.
Sementara terkait sholatnya, orang yang bersangkutan menghadap ke bumi sebagai kiblat. Bumi disimpulkan sebagai kiblat karena dia sedang berada di luar angkasa.
Hal ini berdasar pada Surat Al Baqarah ayat 144 yang artinya sebagai berikut.
" ... dan di manapun kalian berada maka arahkan pandanganmu ke arahnya (Kakbah)."
Sedangkan untuk waktunya, disesuaikan dengan tempat asal dia berangkat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun