Geger Ombak Kolam Renang Jadi Tsunami

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 1 Agustus 2019 18:00
Geger Ombak Kolam Renang Jadi Tsunami
Ada dugaan lain yang menyebut operator mesin sedang mabuk.

Dream - Ombak kecil di taman hiburan bernuansa air kerap menjadi sensasi. Dengan menggunakan ban, pengunjung dapat terombang-ambing dengan aman.

Tapi, ombak buatan itu tak selamanya aman. Contohnya terjadi di salah satu taman hiburan air di China. Peristiwa itu diunggah akun Twitter @1984to1776.

" Wahana air berubah jadi tsumani yang mengakibatkan beberapa orang di Yanbian, Manchuria terluka," tulis akun tersebut.

Menurut iHeartRadio, peristiwa itu terjadi di Yulong Shuiyan Water Amusement Park di Longjing, dekat perbatasan Korea Utara. Dalam video yang diunggah, tampak pengunjung yang bermain air terhempas keluar kolam.

1 dari 5 halaman

Penyebabnya

Dugaan awal, gelombang ombak itu berubah akibat sang teknisi yang mengontrol ombak dalam keadaan mabuk. Ombak yang mengalun ringan berubah menjadi 'tsunami'.

Menurut laman South China Morning Post, setelah penelusuran, peristiwa ini disebabkan korsleting listrik yang merusak peralatan elektronik di ruang kontrol kolam tsunami.

Peristiwa ini mengakibatkan sebanyak 44 orang terluka. Beberapa diantaranya mengalami retak dibagian tulang rusuk.

2 dari 5 halaman

Berenang di Danau Air Tawar, Otak Pria Ini Digerogoti Mahluk Berbahaya

Dream - Seorang pria asal North Carolina, Amerika Serikat meninggal dunia pada Senin, 22 Juli 2019 usai berenang di danau air tawar.

Pria berusia 59 tahun itu meninggal lantaran terinfeksi oleh Naegleria fowleri, organisme bersel tunggal yang juga dikenal sebagai " amuba pemakan otak" .

Melansir World Of Buzz, Eddie Gray mengunjungi Fantasy Lake Water Park di Cumberland, Maine, Amerika pada 12 Juli 2019 lalu.

Sepulang dari taman bermain itu, Eddie mendadak jatuh sakit hingga menghembuskan napas terakhir 10 hari kemudian.

Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Carolina Utara, amuba berbahaya terindikasi penyebab meninggalnya Eddie.

3 dari 5 halaman

Masuk Melalui Hidung

Amuba pemakan otak kerap ditemukan di air tawar yang hangat. Saat masuk tubuh manusia melalui hidup, amuba ini bisa sangat mematikan.

Amuba© dream.co.id

Meskipun kasus masuknya amuba ke tubuh manusia itu terhitung jarang, namun jika sudah terifeksi kemungkinan tertolong pun sangat kecil.

" Orang-orang harus menyadari bahwa organisme ini ada di danau air tawar hangat, sungai dan mata air panas. Jadi berhati-hatilah saat kamu berenang atau menikmati olahraga air di danau air tawar," ujar Zack Moore, ahli epidemiologi negara bagian North Carolina.

4 dari 5 halaman

Hancurkan Otak

Naegleria fowleri akan sangat mematikan jika masuk melalui saluran hidung. Organisme ini nantinya akan bermigrasi ke otak dimana ia mulai menghancurkan jaringan otak.

Nama teknis untuk infeksi ini adalah Meningoensefalitis Amuba Primer.

Ini sering terjadi ketika orang-orang pergi menyelam, bermain ski air atau kegiatan lainnya di dalam air.

5 dari 5 halaman

Seperti Gejala Flu

Mereka yang terinfeksi oleh amuba pemakan otak ini akan mengalami gejala seperti flu pada umumnya, yakni sakit kepala, mual, dan muntah.

Namun, penyakit tadi akan cepat berkembang ke tahap serius. Umumnya mereka yang terinfeksi hanya mampu bertahan hidup satu hingga dua minggu.

Untuk mencegah kejadian serupa, saat berenang di danau air tawar coba batasi jumlah air yang masuk ke hidung.

" Tutup hidung kamu, gunakan klip hidung atau jaga kepala kamu tetap di atas air ketika berenang di danau air tawar," kata departemen kesehatan North Carolina.

Dan hingga saat ini pun belum ditemukan cara untuk memusnahkan organisme ini dari danau air tawar.

Beri Komentar