Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ombak kecil di taman hiburan bernuansa air kerap menjadi sensasi. Dengan menggunakan ban, pengunjung dapat terombang-ambing dengan aman.
Tapi, ombak buatan itu tak selamanya aman. Contohnya terjadi di salah satu taman hiburan air di China. Peristiwa itu diunggah akun Twitter @1984to1776.
" Wahana air berubah jadi tsumani yang mengakibatkan beberapa orang di Yanbian, Manchuria terluka," tulis akun tersebut.
Water world Tsunami injuring many in Yanbian, Manchuria. The operator got drunk and turned the wave magnitude to maximum level. pic.twitter.com/PjKTBelPRA
— Augustus Manchurius Borealis (@1984to1776)July 30, 2019
Menurut iHeartRadio, peristiwa itu terjadi di Yulong Shuiyan Water Amusement Park di Longjing, dekat perbatasan Korea Utara. Dalam video yang diunggah, tampak pengunjung yang bermain air terhempas keluar kolam.
Dugaan awal, gelombang ombak itu berubah akibat sang teknisi yang mengontrol ombak dalam keadaan mabuk. Ombak yang mengalun ringan berubah menjadi 'tsunami'.
Menurut laman South China Morning Post, setelah penelusuran, peristiwa ini disebabkan korsleting listrik yang merusak peralatan elektronik di ruang kontrol kolam tsunami.
Peristiwa ini mengakibatkan sebanyak 44 orang terluka. Beberapa diantaranya mengalami retak dibagian tulang rusuk.
Dream - Seorang pria asal North Carolina, Amerika Serikat meninggal dunia pada Senin, 22 Juli 2019 usai berenang di danau air tawar.
Pria berusia 59 tahun itu meninggal lantaran terinfeksi oleh Naegleria fowleri, organisme bersel tunggal yang juga dikenal sebagai " amuba pemakan otak" .
Melansir World Of Buzz, Eddie Gray mengunjungi Fantasy Lake Water Park di Cumberland, Maine, Amerika pada 12 Juli 2019 lalu.
Sepulang dari taman bermain itu, Eddie mendadak jatuh sakit hingga menghembuskan napas terakhir 10 hari kemudian.
Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Carolina Utara, amuba berbahaya terindikasi penyebab meninggalnya Eddie.
Amuba pemakan otak kerap ditemukan di air tawar yang hangat. Saat masuk tubuh manusia melalui hidup, amuba ini bisa sangat mematikan.

Meskipun kasus masuknya amuba ke tubuh manusia itu terhitung jarang, namun jika sudah terifeksi kemungkinan tertolong pun sangat kecil.
" Orang-orang harus menyadari bahwa organisme ini ada di danau air tawar hangat, sungai dan mata air panas. Jadi berhati-hatilah saat kamu berenang atau menikmati olahraga air di danau air tawar," ujar Zack Moore, ahli epidemiologi negara bagian North Carolina.
Naegleria fowleri akan sangat mematikan jika masuk melalui saluran hidung. Organisme ini nantinya akan bermigrasi ke otak dimana ia mulai menghancurkan jaringan otak.
Nama teknis untuk infeksi ini adalah Meningoensefalitis Amuba Primer.
Ini sering terjadi ketika orang-orang pergi menyelam, bermain ski air atau kegiatan lainnya di dalam air.
Mereka yang terinfeksi oleh amuba pemakan otak ini akan mengalami gejala seperti flu pada umumnya, yakni sakit kepala, mual, dan muntah.
Namun, penyakit tadi akan cepat berkembang ke tahap serius. Umumnya mereka yang terinfeksi hanya mampu bertahan hidup satu hingga dua minggu.
Untuk mencegah kejadian serupa, saat berenang di danau air tawar coba batasi jumlah air yang masuk ke hidung.
" Tutup hidung kamu, gunakan klip hidung atau jaga kepala kamu tetap di atas air ketika berenang di danau air tawar," kata departemen kesehatan North Carolina.
Dan hingga saat ini pun belum ditemukan cara untuk memusnahkan organisme ini dari danau air tawar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya