Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sopir PON XX Papua Tuntut Haknya (Foto: Instagram)
Dream - Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang diselenggarakan beberapa minggu lalu berjalan sukses dan lancar. Kendati demikian, kegiatan nasional itu masih menyisakan polemik di kalangan para sopir yang bekerja pada saat acara berlangsung.
Belakangan beredar di media sosial sebuah video seorang pria yang mengaku sebagai sopir saat PON XX Papua, meluapkan emosi soal upahnya. Dia mengaku belum mendapat sepeser pun uang hasil keringatnya.
Video itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram @Info.jayapura, Rabu 27 Oktober 2021.

Dalam video, terlihat seorang pria yang tampak kesal lantaran upah kerjanya tidak kunjung dibayarkan meski acara PON XX Papua sudah ditutup selama beberapa minggu.
" Kalau bilang satu dua hari, saya juga bisa bilang satu dua hari, saya sudah tidak sabar," ujar pria tersebut, dikutip Jumat 29 Oktober 2021.
Perekam video juga mengiyakan apa yang dikatakn pria tersebut. Diduga perekam dan pria dalam video itu, merupakan sopir untuk PON XX Papua. Pria dalam video mengaku sudah dua minggu upahnya belum cair.
" Kamu sudah kasih waktu satu dua minggu, tapi belum cair," imbuh pria itu.

Saking kesalnya, pria dalam video itu juga sempat menyinggung tentang kesuksesan PON XX Papua.
" Kamu semua sebut PON XX Papua Sukses, Mana Sukses? Memang sukses, kami yang di bawah hancur belum terbayar," ujar pria tersebut.
Tak hanya itu, pria tersebut juga mengaku bila kendaraanya miliknya akan disita jika tidak segera membayar cicilan.
Dalam unggahan akun tersebut, seorang netizen pelaku usaha juga ternyata ikut merasakan hal serupa.
“ Bukan hanya Relawan dan Driver, kami pelaku usaha pun belum di bayarkan….semoga secepatnya diselesaikan oleh pihak terkait,” ujar akun @mhikezza.
Netizen juga sempat mention Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kolom komentar dan meminta
" Aiyeee... Dana su Habis untuk acara Pembukaan dan Penutupan kah apa,, acara Megah begitu pasti butuh Dana yang besar sekali.. Banyak Masalah tapi lepas tangan dan siapa yang bertanggung jawab? z ada pikir @official.kpk dong berani turun tangan urus barang ini??? Z macam tra yakin. Banyak kepentingan diatas kepentingan disini. Semoga cepat terselesaikan," ujar akun @serin_queensa_madao.
Atas viralnya video tersebut, Ketua Harian PB PON XX Papua, Yunus Wonda, akhirnya buka suara. Dalam pernyataannya, Wonda berjanji pihaknya akan membayarkan hak-hak para sopir PON XX Papua.
" Bapak (saya) bicara, bapak ketua harian, bapak pastikan. Bapak pasti akan bayar. Ini kan hari Rabu, pasti kami bayarkan di hari Jumat paling lambat," ujar Yunus Wonda.
Hingga kini belum ada informasi lanjut mengenai pembayaran para sopir PON XX Papua yang tertunda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya