Setelah Diisolasi di Natuna, 285 WNI dari Wuhan Dipulangkan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 15 Februari 2020 09:55
Setelah Diisolasi di Natuna, 285 WNI dari Wuhan Dipulangkan
Mereka telah menjalani observasi selama dua minggu di Natuna.

Dream – Sebanyak 285 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan dipulangkan hari ini, 15 Februari 2020, ke rumahnya masing-masing. Para WNI telah menjalani proses observasi dan isolasi selama 14 hari Natuna.

“ Terima kasih sebanyak-banyaknya dan hormat sehormat-hormatnya untuk seluruh warga Natuna yang menjadi tuan rumah saudara sebangsa kita 285 orang menjalani transit observasi dari Provinsi Hubei, Tiongkok hingga hari kepulangan pada Sabtu 15 Februari 2020,” kata Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com.

Pemerintah Indonesia berterima kasih kepada semua pihak yang berjasa selama ratusan WNI dari Wuhan, berada dan dievakuasi dari Hubei, terutama pemerintah Tiongkok.

“ Keyakinan tersebut dinyatakan kembali oleh Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah mengikuti semua proses protokol kesehatan dari WHO pada Jumat, 14 Februari 2020 di Magelang,” kata dia.

1 dari 6 halaman

WNI dalam Kondisi Sehat

Istana juga mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi, pemerintah daerah dan seluruh tim yang telah menjaga hingga memfasilitasi pemulangan WNI yang sudah dikarantina.

" Selanjutnya kepada Menlu dan Dubes RI di RRT serta seluruh tim yang menjaga dan menjemput mereka, dan kepada Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota yang akan menjemput mereka di Bandara Halim Perdana Kusuma, serta mengantar mereka kepada keluarga masing-masing," kata Fadjroel.

Presiden Jokowi, mengimbau masyarakat untuk menerima semua WNI yang telah dikarantina dengan tulus dan terbuka. Masyarakat harus meyakini bahwa semuanya sudah menjalani program transit observasi sesuai protokol WHO yang menjamin ratusan WNI sehat.

" Mari kita semua dengan hati dan tangan terbuka menyambut kembali kehadiran saudara/i kita kembali ke dalam kehidupan bersama kita. Kegotongroyongan ini merupakan modal sosial bersama kita menghadapi masa-masa sulit ini, dan semoga wabah virus Corona atau Covid-19 segera berakhir," kata dia.

Untuk diketahui, 285 orang yang akan pulang tersebut terdiri atas 238 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami dari WNI), 5 anggota tim pendahulu KBRI Beijing, dan 42 orang dari tim penjemput termasuk kru pesawat dan petugas kesehatan. (mut)

2 dari 6 halaman

Ini Videonya

      View this post on Instagram

A post shared by Puspen TNI (@puspentni) on

3 dari 6 halaman

Besok Siang WNI di Karantina Natuna Akan Diterbangkan ke Jakarta

Dream - Proses observasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang saat ini berada di Natuna Kepulauan Riau, akan berakhir besok, Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 12.00 WIB. Rencananya mereka akan diterbangkan ke Jakarta di hari yang sama.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan pesawat yang akan mengangkut para WNI itu akan terbang dari Jakarta menuju Natuna jam 7 pagi. Armada yang digunakan adalah 3 pesawat TNI AU, terdiri dari 2 boeing 737 dan 1 Hercules.

" Ini adalah sejumlah pesawat yang sama pada waktu menjemput mereka dari Batam ke Natuna,” kata Achmad dilaporkan laman Sekretariat Kabinet, Jumat, 14 Februari 2020.

Rencananya, sejumlah pejabat negara akan ikut menjemput para WNI tersebut ke Natuna.

 

 © Dream

 

Achmad memastikan 238 WNI tersebut akan menjalani pemeriksaan ulang sebelum diberangkatkan ke Jakarta. Setelah makan siang, mereka akan diterbangkan ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

WNI yang diobservasi sebagian besar adalah mahasiswa dari 30 provinsi.

”Data yang kami miliki saudara-saudara kita yang sebagian besar mahasiswa itu berasal dari 30 provinsi sebarannya paling banyak adalah Jawa Timur 68 orang, Lampung 1 orang, Jakarta 12 orang, Aceh 13 orang, Papua 8 orang, Papua Barat 6 orang, dan seterusnya,” ucap dia.

4 dari 6 halaman

Termuda Berusia 5 Tahun

WNI tersebut terdiri dari, 158 orang perempuan, 80 orang laki-laki. Usia termuda dalam rombongan itu adalah 5 tahun dan usia tertua 64 tahun. Selain para WNI, terdapat tim KBRI sebanyak 5 orang.

Data terakhir, tim penjemput para WNI tersebut berjumlah 24 orang dan kru Batik Air 18 orang. Pemerintah juga akan menyerahkan kru PT Lion yang menjemput WNI ke Wuhan dan menjalani masa observasi selama 14 hari.

”Ini yang akan dilakukan dalam mengakhiri masa observasi. Selanjutnya hanggar yang digunakan sebagai tempat observasi akan dilakukan desinfeksi,” ujar dia.

5 dari 6 halaman

18 Hari Berturut-turut Rawat Pasien Corona, Dokter di China Meninggal Dunia

Dream - Seorang dokter di China, Xu Hui, 51 tahun, meninggal dunia setelah bekerja selama 18 hari berturut-turut merawat pasien terinfeksi virus Corona. Dia mendapat pujian dari salah seorang pejabat Partai Jiangsu, Lou Qinjian, sebagai panutan.

" Xu memimpin dengan memberi contoh dan mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk pekerjaannya," kata Lou.

Menurut Lou, semua pekerja medis harus memperlakukan kesehatan pasien sebagai prioritas utama. Dia menambahkan, Xu adalah " teladan yang sangat baik" untuk semua pekerja medis lainnya.

" Kita semua harus belajar darinya, bekerja keras bersama, dan menang dalam pertempuran melawan virus ini," kata dia.

Xu Hui merupakan Wakil Kepala Rumah Sakit Nanjing, China, yang memimpin tim untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona, Covid-19.

 

6 dari 6 halaman

Kontroversi Bagi Warganet

Menurut laman Mothership.sg, Xu meninggal " secara tak terduga" pada pagi Jumat 7 Februari 2020 setelah bekerja selama 18 hari berturut-turut.

Pernyataan Lou memancing perdebatan di dunia maya. Warganet menyoroti maksud dan pernyataan Lou.

“ Jadi panutan adalah mati? Anda akan kehilangan semua petugas medis dengan sangat cepat jika seperti itu," tulis seorang warganet.

“ Siapa pun yang bekerja punya titik lemah. Saya mengagumi dedikasinya, namun saya berharap dia bekerja di lingkungan di mana karyawan dijaga juga. Mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk tetap sehat untuk merawat lebih banyak orang."

" Panutan? Apakah kamu bercanda? Dia mati sia-sia! Dia bisa saja hidup untuk menyelamatkan lebih banyak orang.”

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya