Jepang Laporkan Korban Pertama Meninggal Karena Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 14 Februari 2020 12:01
Jepang Laporkan Korban Pertama Meninggal Karena Virus Corona
Korban baru diketahui terpapar setelah dia meninggal.

Dream - Pasien wanita 80 tahun terinfeksi virus corona di Jepang dilaporkan meninggal pada Kamis kemarin. Kematian ini menjadi kasus pertama yang telah dikonfirmasi resmi oleh pemerintah.

Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengatakan pasien wanita dari Prefektur Kanagawa itu diketahui belum melakukan perjalanan ke luar negeri. Pasien ini baru diketahui terinfeksi virus dengan nama resmi Covid-19 setelah dia meninggal.

Wanita tersebut didiagnosis menderita radang paru-paru atau pneumonia dan menjalani perawatan intensif sejak 1 Februari. Pernapasannya mulai memburuk pada 6 Februari.

Pasien itu merupakan ibu mertua dari sopit taksi di Tokyo yang terkonfirmasi terjangkit virus pada Kamis.

Pejabat Kota Tokyo menjelaskan sopir berusia 70 tahunan itu tidak mengangkut pengunjung asing dalam dua pekan sebelum dia menunjukkan tanda-tanda terjangkit pada 29 Januari.

Otoritas kesehatan hingga saat ini masih melacak penyebab sopir tersebut bisa terpapar corona.

 

1 dari 5 halaman

Kasus Terjangkit Capai 251 Orang

Jepang kini tengah bergelut dengan penyebaran virus penyebab pneumonia. Pada Kamis kemarin, ada 44 kasus infeksi tambahan berasal dari kapal pesiar Diamond Princess yang merapat di Pelabuhan Yokohama dan terpaksa dikarantina.

Di Prefektur Wakayama, ahli bedah berusia 50 tahunan menjadi dokter pertama di Jepang yang terpapar virus. Tidak diketahui apakah dia memiliki kontak dekat dengan pengunjung asal China atau tidak.

Kasus terkini, seorang pemuda 20 tahunan asal Prefektur Chiba yang diuji dinyatakan positif terjangkit pada Kamis. Sehingga total kasus infeksi yang terkonfirmasi menjadi 251 di seluruh Jepang, dengan jumlah terbesar yaitu 218 kasus berasal dari penumpang dan kru kapal pesiar Diamond Princess.

Virus corona diketahui masuk ke Jepang melalui para turis dari China, khususnya Wuhan. Tetapi, besarnya kasus penduduk lokal yang terjangkit tanpa sebelumnya bepergian ke luar negeri telah meningkatkan kewaspadaan di negara tersebut.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pemerintah menyiapkan total anggaran mencapai 15,3 miliar yen, setara Rp1,9 triliun, untuk tindakan darurat seperti pengembangan cepat perangkat pengujian. Juga untuk memastikan sebanyak 600 juta masker tersedia dalam sebulan.

Sumber: The Mainichi

 

2 dari 5 halaman

18 Hari Berturut-turut Rawat Pasien Corona, Dokter di China Meninggal Dunia

Dream - Seorang dokter di China, Xu Hui, 51 tahun, meninggal dunia setelah bekerja selama 18 hari berturut-turut merawat pasien terinfeksi virus Corona. Dia mendapat pujian dari salah seorang pejabat Partai Jiangsu, Lou Qinjian, sebagai panutan.

" Xu memimpin dengan memberi contoh dan mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk pekerjaannya," kata Lou.

Menurut Lou, semua pekerja medis harus memperlakukan kesehatan pasien sebagai prioritas utama. Dia menambahkan, Xu adalah " teladan yang sangat baik" untuk semua pekerja medis lainnya.

" Kita semua harus belajar darinya, bekerja keras bersama, dan menang dalam pertempuran melawan virus ini," kata dia.

Xu Hui merupakan Wakil Kepala Rumah Sakit Nanjing, China, yang memimpin tim untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona, Covid-19.

 

3 dari 5 halaman

Kontroversi Bagi Warganet

Menurut laman Mothership.sg, Xu meninggal " secara tak terduga" pada pagi Jumat 7 Februari 2020 setelah bekerja selama 18 hari berturut-turut.

Pernyataan Lou memancing perdebatan di dunia maya. Warganet menyoroti maksud dan pernyataan Lou.

“ Jadi panutan adalah mati? Anda akan kehilangan semua petugas medis dengan sangat cepat jika seperti itu," tulis seorang warganet.

“ Siapa pun yang bekerja punya titik lemah. Saya mengagumi dedikasinya, namun saya berharap dia bekerja di lingkungan di mana karyawan dijaga juga. Mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk tetap sehat untuk merawat lebih banyak orang."

" Panutan? Apakah kamu bercanda? Dia mati sia-sia! Dia bisa saja hidup untuk menyelamatkan lebih banyak orang.”

4 dari 5 halaman

Warga China Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Lacak Jejaknya

Dream - Dinas Kesehatan Bali sudah mengetahui informasi turis asal China, Jin, yang diketahui terpapar virus Corona setelah pulang berlibur dari Pulau Dewata. Kini, Dinas Kesehatan Bali tengah melakukan penelusuran.

" Saya barusan dapat baca infonya. Kalau kita runut dia ke Balinya sekitar 9 hari sebelum dia terpapar corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, dikutip dari iMerdeka.com, Kamis 13 Februari 2020.

" Jadi kemungkinan saja dia setelah sampai di China baru terpapar karena pada waktu itu kan memang kondisi China sedang outbreak," tambah dia. 

Suarjaya meyakini Jin terpapar virus yang dikenal dengan nama Covid-19 saat berada di China. Sebab, masa inkubasi berlangsung selama tiga hingga tujuh hari.

" Masa inkubasinya tiga sampai tujuh hari padahal di China terkena sembilan hari setelah dia meninggalkan Bali kan begitu. Dia sembilan hari sudah meninggalkan Bali, itu kemungkinan pertama dia dapatnya di China," ujar dia.

" Kemungkinan ke dua masa inkubasinya juga memperpanjang sampai 14 hari. Karena di Bali tidak ada kasus (corona). (Kemudian) 14 harinya berarti apakah dia selama di Bali masih membawa virus? Harapan kita tidak, karena hitungan-hitungannya 14 harinya di mana kenanya di Bali, sedangkan di Bali tidak ada kasus," kata dia.

5 dari 5 halaman

Sempat Berlibur di Bali

Meski demikian, Dinas Kesehatan Bali akan melacak kemana saja Jin selama di Bali. Sebab, pihaknya telah menerima data Jin dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

" Tapi walaupun begitu tetap kita lakukan contact tracking, di mana dia menginapnya. Hari ini, kita cari datanya karena tidak mudah (mencari) dia menginap," ujar Suarjaya.

Seperti diketahui, seorang warga China dinyatakan positif terkena virus corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, pada Rabu, 5 Februari 2020. Menurut akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di laman Weibo, dia sebelumnya sempat berkunjung ke Bali akhir Januari 2020.

Lelaki tersebut dilaporkan terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2618 pada 22 Januari. Setelah sepekan, warga China itu lalu terbang ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-858 pada 28 Januari 2020.

Begitu sampai di Shanghai, dia sempat menginap di hotel Bandara Pudong dan pergi ke Stasiun Selatan Nanjing keesokan harinya untuk menuju ke Huainan menggunakan kereta bernomor seri G1814 dan G2809. Delapan hari kemudian, warga China itu dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh CDC Kota Huainan.

Sumber: 

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna