Disuruh Kerja Remote Selama Wabah Virus Corona, Pegawai Ketahuan Lagi Plesir

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 14 Februari 2020 07:12
Disuruh Kerja Remote Selama Wabah Virus Corona, Pegawai Ketahuan Lagi Plesir
Kisah ini menjadi perhatian warganet Hong Kong.

Dream - Virus corona Wuhan, Covid-19, membuat sejumlah karyawan di perusahaan diizinkan bekerja dari rumah. Kebijakan ini dibuat agar mengurangi kemungkinan para pegawai terpapar virus yang telah menewaskan lebih dari 1000 orang itu.

Tetapi sejumlah pegawai yang harusnya menjaga diri dari paparan virus corona malah menyalahgunakan hak istimewa ini dengan berlibur.

Dilaporkan World of Buzz, sekelompok staf manajemen muda di Hang Seng Bank, Hong Kong memanfaatkan hak istimewa tersebut dengan mendaki gunung ketimbang bekerja dari rumah. Aksi mereka ketahuan setelah mengunggah foto liburan mereka di platform media sosial, Instagram.

Salah satu foto menunjukkan para pegawai yang berpakaian jaket dan celana jins tengah berada di Red Incense Burner Summit di Braemar Hill. Matahari menyinarinya dari belakang.

" Aktivitas WFH (work from home) terbaik," kata dia.

Ketika unggahan itu beredar, Senin, 10 Februari 2020, manajemen bank mengatakan bahwa tindakan itu " tidak bisa dimaafkan" .

Tetapi, mereka juga mencatat bahwa karyawan itu baru dan mungkin tidak terbiasa dengan pengaturan kerja-dari-rumah.

1 dari 5 halaman

Tugas Khusus

 Liburan ke gunung© Istimewa

Liburan ke gunung

“ Kami sadar bahwa ada kasus ini viral. Kami melihat masalah ini dengan sangat serius,” kata seorang juru bicara bank.

" Bank memiliki mekanisme yang mapan untuk menangani insiden seperti itu dan kami akan terus menindaklanjuti masalah ini."

Alexa Chow, konsultan rekrutmen, mengatakan insiden itu mengungkapkan kurangnya pengawasan manajemen bank.

“ Pengawas seharusnya memberi karyawan yang bekerja dari rumah tugas khusus dan meminta mereka untuk melaporkan kembali apa yang telah mereka lakukan saat di rumah,” kata dia.

“ Tidak banyak orang di sektor perbankan yang akan mencoba bekerja dari rumah sebelumnya. Jadi, perlu pedoman yang tepat dan pengawas,” ucap dia.

2 dari 5 halaman

Warga China Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Lacak Jejaknya

Dream - Dinas Kesehatan Bali sudah mengetahui informasi turis asal China, Jin, yang diketahui terpapar virus Corona setelah pulang berlibur dari Pulau Dewata. Kini, Dinas Kesehatan Bali tengah melakukan penelusuran.

" Saya barusan dapat baca infonya. Kalau kita runut dia ke Balinya sekitar 9 hari sebelum dia terpapar corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, dikutip dari iMerdeka.com, Kamis 13 Februari 2020.

" Jadi kemungkinan saja dia setelah sampai di China baru terpapar karena pada waktu itu kan memang kondisi China sedang outbreak," tambah dia. 

Suarjaya meyakini Jin terpapar virus yang dikenal dengan nama Covid-19 saat berada di China. Sebab, masa inkubasi berlangsung selama tiga hingga tujuh hari.

" Masa inkubasinya tiga sampai tujuh hari padahal di China terkena sembilan hari setelah dia meninggalkan Bali kan begitu. Dia sembilan hari sudah meninggalkan Bali, itu kemungkinan pertama dia dapatnya di China," ujar dia.

" Kemungkinan ke dua masa inkubasinya juga memperpanjang sampai 14 hari. Karena di Bali tidak ada kasus (corona). (Kemudian) 14 harinya berarti apakah dia selama di Bali masih membawa virus? Harapan kita tidak, karena hitungan-hitungannya 14 harinya di mana kenanya di Bali, sedangkan di Bali tidak ada kasus," kata dia.

3 dari 5 halaman

Sempat Berlibur di Bali

Meski demikian, Dinas Kesehatan Bali akan melacak kemana saja Jin selama di Bali. Sebab, pihaknya telah menerima data Jin dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

" Tapi walaupun begitu tetap kita lakukan contact tracking, di mana dia menginapnya. Hari ini, kita cari datanya karena tidak mudah (mencari) dia menginap," ujar Suarjaya.

Seperti diketahui, seorang warga China dinyatakan positif terkena virus corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, pada Rabu, 5 Februari 2020. Menurut akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di laman Weibo, dia sebelumnya sempat berkunjung ke Bali akhir Januari 2020.

Lelaki tersebut dilaporkan terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2618 pada 22 Januari. Setelah sepekan, warga China itu lalu terbang ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-858 pada 28 Januari 2020.

Begitu sampai di Shanghai, dia sempat menginap di hotel Bandara Pudong dan pergi ke Stasiun Selatan Nanjing keesokan harinya untuk menuju ke Huainan menggunakan kereta bernomor seri G1814 dan G2809. Delapan hari kemudian, warga China itu dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh CDC Kota Huainan.

Sumber: 

4 dari 5 halaman

500 Staf Rumah Sakit di Wuhan Terinfeksi Virus Corona

Dream - Sebanyak 500 staf rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, terinfeksi virus corona. Kondisi ini membuat rumah sakit mengalami kekurangan staf.

Menurut South China Morning Post (SCMP) pemerintah Chinta telah melaporkan kasus-kasus petugas kesehatan yang terinfeksi virus Corona. Sumber dari rumah sakit menyatakan, kabar ini tidak disebarkan secara menyeluruh untuk menjaga moral petugas kesehatan.

Saat ini, pemerintah China terus meningkatkan moral staf medis di garis depan setelah kematian Li Wenliang.

Li meninggal usai mengidap virus corona. Dia sempat diamankan polisi karena dianggap menyebar kebohongan mengenai virus baru yang belakangan diberi nama Covid-2019 itu.

5 dari 5 halaman

Jumlahnya Dibenarkan Pihak Rumah Sakit

Sebuah tayangan yang beredar online mengungkapkan skala infeksi di antara petugas medis di Wuhan.

Pada pertengahan Januari, ada sekitar 500 kasus yang dikonfirmasi di antara staf rumah sakit, sementara 600 lainnya diduga terinfeksi. Sebuah sumber dari sebuah rumah sakit besar di Wuhan mengkonfirmasi bahwa slide itu asli.

Angka-angka yang ditunjukkan pada tayangan itu sejalan dengan angka yang diberikan dua dokter lain dari rumah sakit besar di Wuhan.

Mereka yang terinfeksi termasuk setidaknya 100 staf dari Rumah Sakit Wuhan Xiehe dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dengan masing-masing 50 kasus lagi dari Rumah Sakit Nomor 1 Wuhan dan Rumah Sakit Zhongnan.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'